Menghindari Pesta Kembang Api, Tetap saja Warga Bawa Terompet

  • Bagikan

Banyak hal yang dilakukan oleh masyarakat untuk memeriahkan malam tahun baru, Sabtu (31/12). Tapi apa yang dilakukan warga Dusun Blanten RT 04 RW 08 Desa Nyatnyono, Kabupaten Semarang ini berbeda. Mereka justru menggelar Pemilihan Ketua RT atau Pilkete. Seperti apa?

EKO WAHYU BUDIYANTO

PILKETE sengaja digelar tepat pada malam pergantian tahun. Hal itu dilakukan untuk menghindari pesta kembang api dan tidak bermacet-macet ria di jalan. Acara ini dimulai bakda Maghrib, dan diikuti ratusan warga setempat. Pemilihan Ketua RT digelar menyerupai pelaksaan pemilu pada umumnya. Sebanyak lima bilik suara disiapkan panitia agar Pilkete berjalan dengan lancar.

Ketua panitia pemilihan, Yuli, 39, mengatakan, Pilkete digelar sebagai bentuk pesta demokrasi rakyat tingkat bawah. “Warga lebih antusias mengikuti kegiatan Pilkete ketimbang menggelar pesta pergantian tahun,” ujarnya.

Pilkete digelar di jalan kampung setempat. Karena masih dalam suasana malam tahun baru,  tetap saja ada beberapa warga yang membawa pernak-pernik perayaan malam tahun baru, salah satunya terompet.

Dalam Pilkete ini, ada 5 kandidat calon ketua RT yang dipilih warga. Satu persatu warga membawa surat suara ke bilik pencoblosan yang sudah dipersiapkan panitia. Saat pembacaan hasil pencoblosan, sempat terjadi kejar-kejaran suara yang pada akhirnya dimenangkan  Slamet Asnawi dengan perolehan suara hanya terpaut satu suara dengan kandidat lain, yakni 57 dan 58.  Slamet akan menjabat selama 3 tahun hingga 2020 mendatang.

Menurut Yuli, dipilihnya malam tahun baru untuk persta demokrasi masyarakat setempat dikarenakan banyak warga yang libur.  Selain itu, warga setempat yang bekerja di luar kota juga banyak yang pulang kampung. “Sehingga dipilih pas malam tahun baru,” katanya.

Anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) Nyatnyono, Muallim, yang hadir saat Pilkete mengatakan, kegiatan warga tersebut patut untuk diberikan apresiasi. “Pemilihannya digelar pas malam tahun baru sangat bagus. Karena ketimbang menghambur-hamburkan uang untuk pesta kembang api, lebih baik dipakai untuk hal positif, salah satunya Pilkete ini,” ujarnya.

Dengan terpilihnya Ketua RT yang baru, otomatis kepengurusan RT yang lama telah berakhir. “Diharapkan kepengurusan RT yang baru mampu melanjutkan pengabdiannya untuk membangun dan melayani warga,” harapnya. (*/aro)

  • Bagikan