31 C
Semarang
Minggu, 9 Mei 2021

Cegah HIV/AIDS, Anggota TNI Jalani Tes Darah

DEMAK-Sebanyak 116 personel Kodim 0716 Demak, menjalani tes darah. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa yang bersangkutan tidak terjangkit HIV/AIDS.

Kasdim 0716 Demak Mayor Arm Dede Sudrajat mengatakan, tes itu sebagai sebagai salah satu upaya, untuk mencegah agar jajarannya tidak sampai terjangkit virus mematikan tersebut.

Kepada setiap anggotanya, Dede menegaskan bahwa kesehatan diri menjadi modal utama bagi prajurit TNI. Sebab, tanpa modal sehat baik jasmani maupun rohani, mustahil bagi mereka menjalankan misi mengamankan negara.

“Saya mengingatkan kepada setiap anggota, bahwa sejarah membuktikan betapa pasukan Amerika yang dikenal sangat kuat, terpaksa menyerah di perang Vietnam, salah satunya adalah karena Vietnam Rose,” jelasnya.

Vietnam Rose, dijelaskan Kasdim, merupakan penyakit kelamin yang sangat mematikan, dan pada masanya, sengaja disebarkan untuk melemahkan pasukan Amerika, melalui para wanita penjaja cinta. Hal itu, menurut Kasdim, sama seperti halnya HIV/AIDS, yang sebagian besar penyebarannya melalui kontak seksual.

Kasdim berharap, agar setiap anggotanya menjaga diri dengan benteng keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar tidak sampai mengalami nasib yang sama. “Adanya tes ini juga demi menggugah kesadaran prajurit, karena mereka juga memiliki potensi untuk terjangkit HIV/AIDS,” tandas Kasdim.

Tes VCT itu, menurut Dede, dilakukan untuk melacak anggotanya yang dimungkinkan tertular virus HIV. Dia berharap, jika prajurit TNI bersih dari virus mematikan itu, maka akan menjadi motor dalam mencegah penularan HIV di masyarakat.

”Sejauh ini dari Kodim Demak tidak ada yang mengidap HIV. Kalau nantinya kami temukan ada yang positif, kami akan dalami. Karena penyebaran AIDS bukan berarti yang bersangkutan nakal, siapa tahu dampak korban,” ujarnya.

Tak hanya itu, melalui tes yang digelar di Aula Kodim dan ditangani tenaga medis dari Dinas Kesehatan Kota Demak itu, Kasdim juga berharap anggotanya lebih paham mengenai apa dan bagaimana HIV/AIDS itu, termasuk proses penularannya agar bisa menyosialisasikan ke masyarakat luas.

“Kami berupaya membantu Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Daerah untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat melalui para Bintara Pembina Desa (Babinsa) mengenai bahaya HIV/AIDS ini,” terangnya (hib/aro)

Latest news

Related news