31 C
Semarang
Kamis, 13 Mei 2021

Tiga Orang Terjaring Razia Narkoba

SEMARANG – Pemberantasan dan pencegahan terhadap peredaran narkotika dan obat terlarang (narkoba) terus digencarkan aparat Polda Jateng. Kali ini, razia digelar di sejumlah tempat hiburan malam dan karaoke di Kota Semarang. Dalam razia yang digelar Sabtu (31/12) dini hari itu, tiga orang diamankan karena diduga mengonsumsi narkoba.

Razia melibatkan berbagai fungsi di jajaran Polda Jateng maupun instansi lain, yakni Ditresnarkoba, Ditsabhara, Biddokkes, Bidpropam, Bidhumas Polda Jateng serta Pomdam, Pomal dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng. Tempat hiburan malam yang dirazia sebanyak 10 titik, di antaranya E-Plaza, Babyface, dan Executive Club Java Mall.

Tiga orang yang diamankan berinisial NS, 23, perempuan warga Pati; DP, 27, laki-laki warga Kota Semarang, dan RA, 25, laki-laki, warga Kota Semarang. Saat ketiganya diperiksa pupil mata serta menjalani tes urine, dinyatakan positif mengonsumsi methamphetamine dan amphetamine.

”Ketiganya langsung dimintai keterangannya. Selain itu, mereka juga diperiksa urine-nya untuk bukti pendukung. Dari tiga orang itu, dua di antaranya pengunjung dan satu karyawan tempat hiburan malam,” ungkap Diresnarkoba Polda Jateng, Kombes Pol Krisno Halumuan Siregar kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Krisno menambahkan, tiga orang yang dibawa tersebut langsung diserahkan ke BNNP Jateng untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, hanya dua orang yang dinyatakan positif mengonsumsi narkoba. Sedangkan seorang lainnya telah dipulangkan.

”Yang satu orang (karyawan tempat hiburan malam, Red) dikembalikan, karena dari hasil tes lebih detail petugas BNNP tidak terbukti. Karena bisa saja, orang tersebut positif mengonsumsi methamphetamine tapi dari obat-obatan lain. Saat ini, masih diperiksa 6 orang terkait penemuan barang yang diduga sabu-sabu di bawah kursi di ruang karaoke,” bebernya.

Menurut Krisno, razia narkoba ini dilakukan dalam rangka cipta kondisi perayaan tahun baru 2017. Sebanyak 121 perugas gabungan diterjunkan melaksanakan giat operasi narkotika di 10 tempat hiburan dan diskotik ini.

”Sebab, pada kalender ini diprediksi banyak yang menyalahgunakan narkoba. Sehingga dilakukan operasi. Ini dilakukan juga oleh Polda-Polda lain di Indonesia dalam cipta kondisi perayaan tahun baru 2017 ini,” katanya.

Menanggapi wilayah Jateng yang rawan terhadap peredaran narkoba, Krisno menjelaskan wilayah Jateng menjadi pantauan. ”Faktanya memang demikian. Laporan analisa Kamtibmas yang disampaikan oleh Bapak Kapolda Irjen Pol Condro Kirono kemarin, sebagaimana dinyatakan bahwa wilayah hukum Polda Jateng merupakan 1 di antara 12 Polda yang menjadi pantauan Polri, dalam ini Ditresnarkoba Polri. Faktanya (kasus narkoba) relatif banyak,” jelasnya.

Namun demikian, Krisno menegaskan akan terus melakukan pemberantasan peredaran narkoba di wilayah hukumnya. Upaya pemberantasan narkoba dilakukan dengan melibatkan instansi lain secara sinergitas.

”Untuk upaya pemberantasan itu, tidak bisa hanya pekerjaan polisi atau BNNP saja. Tapi butuh sinergitas. Misalnya dengan Bea Cukai dan TNI seperti yang kita lakukan sekarang,” katanya. (mha/aro/ce1)

Latest news

Related news