33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Tekankan Kualitas dan Pendidikan Moral

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Raih pendidikan setinggi mungkin. Itulah yang diajarkan oleh orangtua Arif Royyan. Ajaran itu pula yang kemudian bisa membawanya meraih gelar doktor termuda di UIN Walisongo Semarang di tahun 2015.

Dalam hal menempuh pendidikan, Royyan memiliki satu kalimat sakti. Yaitu Man Jadda Wajada, Man Zaro’a Hashoda yang dalam bahasa Indonesia berarti siapa bersungguh sungguh pasti akan berhasil, siapa menanam akan menuai. Kalimat inilah yang menjadi motivasinya untuk dapat bersungguh-sungguh mengejar pendidikan setinggi mungkin.

”Di kamar selalu ditulis ini. Selalu ada target dalam hidup saya. Sehingga Alhamdulillah saya bisa meraih gelar doktor pada umur 30 tahun,” ujar pria yang selalu berprestasi dalam dunia pendidikan dam selalu mendapatkan beasiswa ini kepada Jawa Pos Radar Semarang. Kalimat ini, lanjutnya, menjadi senjatanya  untuk melawan rasa letih dan malas.

Sedikit ia ceritakan mengenai pengalamannya saat menimba ilmu di Universitas Al Azhar, Mesir saat S1. Ia mendapat pengalaman bagaimana sistem pendidikan disana sangat mengedepankan kualitas dan pendidikan moral. Hal ini pula yang ingin ia terapkan di Indonesia. Ia menginginkan agar kualitas menjadi lebih utama dibandingkan dengan kuantitas.

”Jangan berpikir hasil tapi berpikirlah dalam prosesnya. Saya melihat selama ini banyak anak-anak yang disoriented. Bagaimana dia mendapatkan nilai A tanpa memikirkan bagaimana mendapat nilai A yang benar,” ujar Dosen Falak dan Bahasa Arab UIN Walisongo Semarang ini.

Untuk dapat mencapai pendidikan yang seperti itu, ia berupaya menciptakan atmosfer pendidikan yang baik. Sebagai dosen ia selalu berupaya agar bisa dekat dengan para mahasiswanya. Dekat dengan tanpa melangkahi batasan-batasan yang dapat mengganggu objektivitas sebagai seorang dosen.

”Kedekatan dengan anak didik perlu supaya ketika belajar tidak ada ketegangan. Belajar dalam suasana tegang, anak didik tidak akan dapat menyerap dengan maksimal. Dengan kedekatan kita dapat memberikan pemahaman kepada mereka untuk menghargai proses, tidak hanya mengejar hasil,” ujarnya.

Dalam mengajar, ia selalu menggabungkan antara materi yang ia ajarkan sembari berimprovisasi dengan menambahkan realita dalam masyarakat. ”Tujuannya, agar anak didik lebih tahu relasi ilmu yang dipelajari dengan kegunaannya,” katanya

Ke depan, ia memiliki cita-cita untuk bisa lebih bermanfaat di masyarakat dengan ilmu yang ia miliki. Selama ini, ia merasa belum maksimal untuk mengabdi di masyarakat. Cita-cita ini, yang membuat dirinya aktif di bidang lain selain sebagai dosen. Saat ini dirinya aktif sebagai Lajnah Falakiyyah di Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah. Sebagai Lajnah Falakiyyah, ia mengemban tugas dalam penentuan awal bulan Ramadan, Hari Raya Idul Fitri, maupun Idul Adha. Juga dalam hal meluruskan arah Kiblat.

”Lajnah Falakiyah juga mengontrol arah kiblat masjid dan musala. Termasuk di pom-pom bensin dan rumah makan yang ada musalanya. Ternyata banyak yang arah kiblatnya kurang tepat menghadap ke Kabah,” ujarnya. (sigit andrianto/ric)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Toyota New Yaris Kedepankan Emotional Design

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Setelah memperkenalkan All New Rush untuk segmen medium SUV di akhir 2017, Toyota membuka tahun 2018 dengan meluncurkan New Yaris yang...

Juliana Evawati, Caleg Termuda DPRD Surabaya 2019 – 2024

Usia Juliana Evawati belum genap 26 tahun. Namun, Ning Surabaya 2013 itu berhasil melenggang ke parlemen melalui Partai Amanat Nasional. Dia menjadi anggota termuda...

Baru Dibangun, Taman Ambrol

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Beberapa bagian proyek taman senilai Rp 1,7 miliar di lapangan sepakbola Sentiyaki Kelurahan Bulu Lor, Semarang Utara, ambrol. Padahal proyek taman...

Dari Hobi Jadi Profesi

TUMBUH di keluarga yang suka musik, membuat Nike Aprilia Usready juga tertarik untuk mendalami musik, khususnya dalam bidang tarik suara. Sejak kecil, gadis yang...

Melongok Purwarupa Mobil Listrik Made In Untidar

Universitas Tidar (Untidar) resmi meluncurkan purwarupa mobil listrik Elang Untidar pada gelaran Magelang Fair 2017 di Alun-Alun Kota Magelang yang berlangsung sejak Sabtu (6/5)...

Penegakan Perda Anjal Belum Maksimal

AKTIVIS senior bidang anak Yayasan Setara Semarang, Yuli Sulistiyanto, menilai, kondisi ekonomi keluarga yang kerap menjadi sebab para orang tua “memaksa” anaknya yang masih di...