33 C
Semarang
Rabu, 21 Oktober 2020

Sempat Flu Berat karena Cuaca Minus 3 Derajat Celcius

Pengalaman Novia Mungawanah, Mahasiswi Undip Menjadi Peserta IJJSS di Jepang

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

Novia Mungawanah tercatat sebagai mahasiswi Universitas Diponegoro (Undip) yang mendapatan kesempatan mengikuti Indonesia Japan Joint Scientific Symposium (IJJSS) di CHIBA University Jepang. Ia mengaku kagum dan takjub dengan model pendidikan dan gaya hidup di negeri sakura tersebut. Seperti apa?

MIFTAHUL A’LA

PRESTASI yang ditorehkan Novia Mungawanah patut diapresiasi. Sebab, ia bisa mengikuti Indonesia Japan Joint Scientific Symposium (IJJSS) di CHIBA University Jepang pada November lalu. Tidak semua mahasiswa mendapatkan kesempatan emas tersebut. Ia pun mengaku bangga dan senang bisa melihat atmosfer dunia pendidikan di CHIBA University Jepang. Sebab, IJJSS diikuti oleh para peneliti, mereka saling berdiskusi menyumbang gagasan, berbagi pengalaman riset, serta membangun jejaring kerja sama satu sama lain.

“Bangga rasanya bisa mengikuti kegiatan tersebut. Ini pengalaman pertama,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Mahasiswi Pascasarjana Hukum Undip  ini mendapatkan kesempatan emas tersebut bukan dengan mudah. Ia  harus mempresentasikan hasil penelitan yang dilakukan bersama dengan sejumlah dosen Undip. Penelitan yang dilakukan, yakni terkait tentang pekerja wanita di bidang perikanan yang dilakukan di Kabupaten Pati.  “Dari penelitian itu ternyata peran perempuan di sektor perikanan sangat besar. Dan itu yang saya presentasikan di CHIBA University Jepang,” ujarnya.

Selama di Jepang, ia banyak mendapatkan pengalaman. Bahkan, ia bisa bertemu dengan mahasiswa dari sejumlah negara. Seperti, Amerika Serikat, Korea Utara, Mongolia, Afrika, Jerman dan sejumlah mahasiwa dari negara lain. Meski tidak lama, tetapi ia mengaku sangat terkesan dengan sistem dan model pendidikan yang ada di Jepang.

“Di sana kedisiplinan nomor satu, selain kampusnya lebih bagus karena support pemerintah lebih maksimal,” katanya.

Dara kelahiran 11 November 1992 ini awalnya mengaku kaget ketika kali pertama menginjakkan kaki di Jepang. Perbedaan suhu yang bahkan sampai minus 3 derajat celcius membuatnya sempat mengalami kesulitan ketika hendak beradaptasi.  Padahal di Indonesia sendiri rata-rata suhunya 30 derajat celcius. Ia harus menggunakan baju berlapis agar dinginnya cuaca  bisa sedikit dihilangkan.

“Saya sempat flu dan kesulitan untuk beradaptasi, sampai kulit mengelupas.  Alhamdulillah sakitnya bisa cepat sembuh dan tidak terlalu lama,” ujarnya.

Perempuan yang hobi traveling ini mengaku banyak mendapatkan pengalaman berharga selama mengikuti kegiatan di Jepang. Tentunya ia semakin bisa mengenal lebih banyak dan berdiskusi dengan mahasiswa dari berbagai negara di dunia. Yang berkesan adalah melihat kedisiplinan mahasiwa di Jepang baik dalam pendidikan maupun gaya hidupnya.

“Di Jepang dalam hal apapun orangnya semua disiplin dan pekerja keras. Contoh sederhana ketika makan di tempat umum, piring dan sisa makanan harus dibersihkan sendiri dari mejanya,” katanya.

Tidak hanya itu, saat berada di Jepang ia mengaku senang karena bisa menikmati musim gugur autumn. Kesempatan langka yang tidak terjadi di Indonesia itupun tidak disia-siakan begitu saja.

Usai mengikuti Indonesia IJJSS di CHIBA University, ia menyempatkan berkeliling Jepang dengan menggunakan transportasi umum. “Transportasinya juga sangat bagus dan nyaman. Jadi, orang lebih senang menggunakannya. Lebih cepat dan selalu tepat waktu,” ujarnya. (*/aro)

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...