33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Membumikan Hidup Toleransi

Arif Royyani

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Belajar di negara orang, dengan teman yang juga berasal dari berbagai negara membuat Arif Royyani mendapatkan satu pelajaran hidup. Yakni tentang bagaimana menghargai perbedaan. Hal ini pula yang kemudian ia aplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat, terutama di Indonesia. 

”Dengan melihat adanya kegaduhan politik, budaya, dan berbagai hal di Indonesia, saat ini yang menjadi konsen kita adalah mengajak masyarakat bersama-sama menjaga nilai-nilai toleransi,” ujarnya. Dia menambahkan pada akhirnya toleransi ini adalah untuk menjaga persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Membawa NKRI hidup dalam kedamaian.

Upaya demi upaya ia lakukan daam hal menjaga toleransi warga Indonesia. Salah satunya, sebagai seorang ustadz di pondok pesantren Daarul Falah Besongo, Ngaliyan, dalam  ceramah Diniyyah, lulusan Universitas Al Azhar Mesir ini selalu membawakan tema tentang bagaimana Islam mengajarkan toleransi, serta cinta perdamaian.

Perbedaan demi perbedaan, memang ia rasakan betul di Indonesia. Perbedaan-perbedaan ini jika tidak dikelola dengan baik memiliki potensi dapat merusak kesatuan dan persatuan di Indonesia. Seperti, ketika mau Lebaran yang biasanya ada perbedaan pandangan mengenai penentuan awal bulan.

”Saya berusaha memberi pemahaman kepada masyarakat awam, maupun kepada teman-teman ahli astronomi Indonesia untuk tetap menjaga toleransi. Kalaupun terjadi perbedaan tetap saling menghargai,” ujar ahli astronomi ini.

Perbedaan yang muncul, menurutnya adalah akibat dari penafsiran terhadap ayat Alquran maupun pemahaman hadist yang terkait dengan penentuan awal bulan Komariyah. Ia mengatakan bahwa, sama-sama belajar astronomi dengan memiliki latar belakang pemahaman ayat Alquran dan hadist yang berbeda, maka akan berbeda pula dalam penentuan awal bulan

Dalam hal ini ia memberikan solusi untuk memahami hadist dan Alquran secara komperehensif. Selain itu harus mau mengintegrasikan antara fiqih, dan astronomi. Dengan mengintegrasikan keduanya akan didapatkan produk hukum yang humanis dan ilmiah. Produk hukum yang lebih berpihak kepada kemaslahatan umat.

”Maka diperlukan sebuah kerangka berpikir, hukum harus berpihak kepada kemaslahatan umat. Hukum tidak hanya melangit, tapi membumi,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, perkembangan teknologi yang ada sudah seharusnya dapat membantu dalam penguatan penetapan awal bulan. ”Sebagai orang yang dipercaya dalam Falak, saya selalu selalu berharap Indonesia memiliki kriteria tunggal dalam penentuan awal bulan Komariyah,” ujarnya. (sigit andrianto/ric)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Mediasi untuk Selesaikan Konflik

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG-Pemahaman hukum Anggota Forum Kemitraan Pemolisian Masyarakat (FKPM) Kelurahan Rejowinangun Selatan, Kota Magelang dalam menyelesaikan persoalan hukum relatif belum maksimal. Penyelesaian sengketa antarwarga...

Usai Doa Arwah, Dilanjut Bakti Sosial

WONOSOBO–Umat Tri Dharma di Kelenteng Hok Hoo Bio, Selasa (19/9) kemarin, menggelar aksi sosial berupa pembagian sembako kepada warga miskin. Kegiatan ini rangkaian dari peringatan King Hoo Ping atau Ulambana...

Atasi Kebakaran Secara Tepat

RADARSEMARANG.COM - Masyarakat diminta sigap dan mampu menangani bencana kebakaran secara tepat. Termasuk yang sering terjadi, yakni kebakaran yang disebabkan oleh tabung gas. Minggu...

Pengembangan Pelabuhan Terkendala Izin

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III mengalami kendala dalam merealisasikan kerjasama dengan Pemkab Kendal dalam hal pengelolaan dan pengembangan Pelabuhan Niaga Kendal....

Prioritaskan 22 Janji Kerja

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jateng nomor urut 2, Sudirman Said-Ida Fauziyah berjanji akan memprioritaskan 22 Janji Kerja di Jateng. Mereka...

Berjuang Pantang Menyerah

RADARSEMARANG.COM - KESUKSESAN terasa lebih indah, jika ada proses pembelajaran menjadi lebih baik. Maria Catharina Laras, melalui proses tersebut ia dapat membuktikan kepada siapapun...