33 C
Semarang
Selasa, 7 Juli 2020

Membumikan Hidup Toleransi

Arif Royyani

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Belajar di negara orang, dengan teman yang juga berasal dari berbagai negara membuat Arif Royyani mendapatkan satu pelajaran hidup. Yakni tentang bagaimana menghargai perbedaan. Hal ini pula yang kemudian ia aplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat, terutama di Indonesia. 

”Dengan melihat adanya kegaduhan politik, budaya, dan berbagai hal di Indonesia, saat ini yang menjadi konsen kita adalah mengajak masyarakat bersama-sama menjaga nilai-nilai toleransi,” ujarnya. Dia menambahkan pada akhirnya toleransi ini adalah untuk menjaga persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Membawa NKRI hidup dalam kedamaian.

Upaya demi upaya ia lakukan daam hal menjaga toleransi warga Indonesia. Salah satunya, sebagai seorang ustadz di pondok pesantren Daarul Falah Besongo, Ngaliyan, dalam  ceramah Diniyyah, lulusan Universitas Al Azhar Mesir ini selalu membawakan tema tentang bagaimana Islam mengajarkan toleransi, serta cinta perdamaian.

Perbedaan demi perbedaan, memang ia rasakan betul di Indonesia. Perbedaan-perbedaan ini jika tidak dikelola dengan baik memiliki potensi dapat merusak kesatuan dan persatuan di Indonesia. Seperti, ketika mau Lebaran yang biasanya ada perbedaan pandangan mengenai penentuan awal bulan.

”Saya berusaha memberi pemahaman kepada masyarakat awam, maupun kepada teman-teman ahli astronomi Indonesia untuk tetap menjaga toleransi. Kalaupun terjadi perbedaan tetap saling menghargai,” ujar ahli astronomi ini.

Perbedaan yang muncul, menurutnya adalah akibat dari penafsiran terhadap ayat Alquran maupun pemahaman hadist yang terkait dengan penentuan awal bulan Komariyah. Ia mengatakan bahwa, sama-sama belajar astronomi dengan memiliki latar belakang pemahaman ayat Alquran dan hadist yang berbeda, maka akan berbeda pula dalam penentuan awal bulan

Dalam hal ini ia memberikan solusi untuk memahami hadist dan Alquran secara komperehensif. Selain itu harus mau mengintegrasikan antara fiqih, dan astronomi. Dengan mengintegrasikan keduanya akan didapatkan produk hukum yang humanis dan ilmiah. Produk hukum yang lebih berpihak kepada kemaslahatan umat.

”Maka diperlukan sebuah kerangka berpikir, hukum harus berpihak kepada kemaslahatan umat. Hukum tidak hanya melangit, tapi membumi,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, perkembangan teknologi yang ada sudah seharusnya dapat membantu dalam penguatan penetapan awal bulan. ”Sebagai orang yang dipercaya dalam Falak, saya selalu selalu berharap Indonesia memiliki kriteria tunggal dalam penentuan awal bulan Komariyah,” ujarnya. (sigit andrianto/ric)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Layanan Keuangan Digital dalam Implementasi Inklusi Keuangan

RADARSEMARANG.COM - Sektor jasa keuangan adalah salah satu sektor penting dalam perekonomian suatu wilayah. Untuk itu, keberadaan bank dan lembaga keuangan menjadi hal yang...

3 Mobil dan 1 Bus Tabrakan, 1 Orang Tewas

UNGARAN - Kecelakaan karambol yang melibatkan tiga mobil dan satu bus terjadi di jalan tol Ungaran - Bawen tepatnya di KM 25,400, Rabu (12/7)...

Curi Motor, Kakek Dua Cucu Ditangkap

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Satuan Reskrim Polres Semarang mengamankan pencuri kendaraan motor lintas wilayah. Eko Irianto, 54, warga Pronojiwo Lumajang, Jawa Timur, diringkus setelah kedapatan...

Nikmatnya Kudapan asal Italia

RADARSEMARANG.COM - Selain menu main course, berbagai pencuci mulut banyak diburu pecinta kuliner. Seperti Gelato contohnya. Jika es krim umumnya terbuat dari olahan krim...

4 Hektare Belum Dibebaskan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Proyek normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT) saat ini telah berjalan. Tetapi Pemkot  Semarang hingga saat ini masih menyisakan sebanyak 4 hektare...

Momentum Genjot Pembinaan

RADARSEMARANG.COM, GROBOGAN - Ajang Djarum Foundation Kejurkab Bulutangkis Grobogan 2018 memainkan 261 pertandingan yang mencakup laga kelompok usia tingkat pra dini hingga kelompok veteran....