31 C
Semarang
Kamis, 13 Mei 2021

Tebusan Pajak Jateng Capai Rp 7,83 T

SEMARANG- Capaian uang tebusan amnesti pajak yang berhasil dihimpun Kantor Wilayah Direktorat Pajak (DJP) Jawa Tengah I pada akhir 2016 ini mencapai angka sebesar Rp 7,83 triliun.

Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah DPJ Jawa Tengah I, Dasto Ledyanto, mengatakan, jika uang tebusan yang dicapai saat ini rinciannya berasal dari dana amanesti pajak periode pertama sebesar Rp 7,62 triliun dan periode kedua sampai 29 Desember sebesar Rp 204 miliar.

“Dengan tambahan uang tebusan, realisasi penerimaan pajak Kanwil DJP Jateng I dari awal tahun 2016 sampai 29 Desember mencapai Rp 29,5 triliun,” bebernya, kemarin.

Ia mengungkapkan, capaian realisasi tersebut berkisar 90 persen jika dibandingkan target awal tahun yang mancapai angka Rp 32,81 triliun. Sementara secara nasional target pajak di tahun ini sebesar Rp 1,355 triliun. “Sampai saat ini realisasinya mencapai Rp 1,090 triliun atau setara dengan 80,48 persen,” jelasnya.

Penurunan uang tebusan pada periode pertama, lanjut dia, mengalami penurunan karena uang tebusan pada program amnesti pajak periode pertama sebesar 2 persen. Sedangkan pada periode kedua ini meningkat menjadi 3 persen.

“Hal ini tidak lepas dari banyaknya wajib pajak (WP) yang lebih memilih memanfaatkan amnesti pajak tahap pertama, di mana besaran uang tebusan lebih rendah dibandingkan pada tahap kedua,” bebernya.

Wajib pajak UMKM pada periode pertama sendiri tercatat sebanyak 3.491, sementara di periode kedua hingga tanggal 29 Desember 2016 naik menjadi 7.372 WP. Untuk periode ketiga mendatang, perkirakan potensi UMKM di periode ketiga amnesti pajak ada 37 ribu WP dan 11 ribu, sehingga kurang lebih 26 ribu WP yang akan terus dilakukan sosialisasi untuk bisa ikut amnesti pajak sampai Maret 2017 mendatang.

“Kalau WP UKM dengan omzet maksimal Rp 4,8 miliar tarifnya flat dari periode awal hingga akhir nanti hanya 0,5 persen. Jadi, mereka tidak harus memanfaatkan periode kedua ini,” ungkapnya.

Ia mengatakan, untuk total harta yang dideklarasikan untuk Kanwil DJP Jateng I dari periode pertama hingga tanggal 29 Desember 2016 sebesar Rp 344 triliun. “ Rinciannya, untuk harta repatriasi sebesar Rp 21 triliun, harta terungkap yang masih di luar negeri sebesar Rp56 triliun, dan harta terungkap yang ada di dalam negeri sebesar Rp 267 triliun,” jelasnya. (den/aro)

Latest news

Related news