28.3 C
Semarang
Jumat, 13 Desember 2019

Listrik dari Sampah Semarang Dibeli PLN

Must Read

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

SEMARANG – Setelah melalui proses yang panjang hingga rapat kabinet terbatas di Kantor Kepresidenan, Jakarta, beberapa waktu lalu, PLN akhirnya memberikan kepastian untuk membeli listrik yang akan dihasilkan oleh Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang dibangun oleh Pemerintah Kota Semarang.

Kepastian tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Direktur Utama PLN, Sofyan Basir dengan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi di Kantor Pusat PLN, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (5/12).
Dalam kesepakatan yang berlaku selama 20 tahun itu, PLN menyetujui membeli tenaga listrik dari pengolahan sampah di Kota Semarang seharga USD 18,77 sen atau setara Rp 2.496 rupiah per kwh-nya untuk tegangan tinggi dan menengah. Sementara untuk tegangan rendah PLN akan membeli seharga 22,43 sen. Harga tersebut ditetapkan mengikuti regulasi yang diatur pada Permen ESDM Nomor 44 Tahun 2015.

Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, menuturkan jika pemanfaatan sampah menjadi PLTSa sangat bermanfaat, ini merupakan bukti kepedulian pemerintah serta PLN terhadap lingkungan. ”Persoalannya bukan listriknya, tetapi penanggulangan sampahnya,” tegas Sofyan. Pengembangan PLTSa sendiri menggunakan thermal process atau pemanfaatan panas melalui proses thermo chemical.

Sedangkan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengaku senang dengan adanya kepastian dari PLN akan menerima serta menyalurkan listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga sampah di Kota Semarang. ”Dengan begini berarti inovasi yang dikerjakan dapat benar-benar berguna bagi masyarakat dan lingkungan,” tutur pria yang akrab disapa Hendi ini.

”Mewujudkan PLTSa menjadi salah satu fokus Pemkot Semarang, mengingat pengelolaan sampah dan penyediaan energi di Kota Semarang menjadi dua hal yang sangat penting untuk digarap, ini tentu saja menjadi lompatan besar bagi Kota Semarang,” tegas Hendi.

Perlu diketahui perkiraan produksi sampah yang dikumpulkan di 261 TPS yang tersebar di seluruh  Kota Semarang per harinya mencapai 4998,65 M3 untuk volume sampah terangkut mencapai 4349 M3 atau sekitar 87 persen  untuk menampung produksi sampah ini.   Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang sebenarnya sudah cukup padat, saat ini sampah organik  di TPA Jatibarang sebagian diolah menjadi granul pupuk organik selain itu pemkot bekerja sama dengan Kerajaan Denmark mengolah sampah  menjadi  gas methan, untuk tahap awal hasil pengolahan berupa gas methan disalurkan ke 100 rumah tangga secara gratis. (zal/ce1)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Rombak Kurikulum

Reformasi besar-besaran. Di bidang kurikulum pendidikan. Itulah instruksi Presiden Joko Widodo. Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Kemarin. Kata 'reformasi' saja sudah sangat ekstrem. Apalagi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -