PENGERUKAN SEDIMENTASI: BKT yang lebarnya cukup luas, aliran sungainya tetap menyempit lantaran sedimentasi yang sangat parah. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENGERUKAN SEDIMENTASI: BKT yang lebarnya cukup luas, aliran sungainya tetap menyempit lantaran sedimentasi yang sangat parah. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Normalisasi sungai Banjir Kanal Timur (BKT) mulai dilakukan. Termasuk rencana revitalisasi sebagaimana yang dilakukan pada Banjir Kanal Barat (BKB). Sebagian warga di sekitar bantaran sungai mulai resah. Progres terakhir, sejauh mana? Targetnya seperti apa?

WARGA bantaran sungai Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) utamanya para Pedagang Kaki Lima (PKL) Barito resah terhadap rencana pembangunan atau normalisasi BKT. Pasalnya, sosialisasi yang mereka terima, dianggap belum memberikan kejelasan waktu pengerjaannya.

Pemilik PKL onderdil dan spare part di kawasan Barito, Kelurahan Rejosari, Selamet mengakui kerap mengikuti sosialisasi di kelurahan setempat. Namun materi yang disampaikan sebatas rencana normalisasi sungai. ”Sosialisasinya itu-itu saja. Pemberitahuan kalau nanti ada wacana pembangunan sungai ini (BKT), kalau gak salah baru dua atau tiga kali saya ikut rapat di kelurahan,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (23/10) kemarin.

Namun dalam sosialisasi tersebut, dinilainya kurang memberikan kejelasan luas lahan pengganti kepada para PKL maupun warga yang terkena dampak. Sehingga banyak PKL yang resah terhadap rencana tersebut. Selain itu, belum ada kejelasan waktu pelaksanaan proyek tersebut.

”Cuma dari kelurahan mengatakan disuruh mendukung pembangunan tersebut. Tapi dibangunnya kapan, kelurahan juga mengatakan belum tahu, tanggal bulan dan tahun, normalisasi itu dikerjakan. PKL Barito dipindah atau tidak, kelurahan juga belum tahu,” jelasnya.

Diakuinya, para pemilik PKL Barito mendengar isu dipindah sejak lama. Sebelum adanya rencana pembangunan maupun normalisasi BKT. Awal rencana, PKL Barito akan dipindah di bangunan Pasar Klitikan, daerah Penggaron. ”Makanya, dari dulu sejak anak saya kecil, sampai lulus kuliah, sejak PKL ini di Jalan Kartini dipindah ke sini (Jalan Barito, Red), ya katanya mau dipindah lagi. Tapi sampai sekarang juga belum tahu dipindah ke mana atau tidak dipindah,” jelasnya.