PULIHKAN PENGLIHATAN: Pasien katarak menunggu pelayanan operasi katarak gratis di Rumah Sakit (RS) Sisma Medika, Karanggede, Sabtu (22/10) kemarin. (TAUFIK RIKHOYADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PULIHKAN PENGLIHATAN: Pasien katarak menunggu pelayanan operasi katarak gratis di Rumah Sakit (RS) Sisma Medika, Karanggede, Sabtu (22/10) kemarin. (TAUFIK RIKHOYADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Pelaksanaan program Operasi Katarak Gratis (OKG) dari Sumbangsih Sosial Djarum Foundation (SSDF) di Rumah Sakit (RS) Sisma Medika, Karanggede, pada Sabtu (22/10) kemarin, berhasil menangani 31 penderita katarak. Kegiatan ini bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Ahli Mata Indonesia (Perdami) DI Jogjakarta.

Wakil Direktur Administrasi & Keuangan Rumah Sakit Sisma Medika, Istiyani SPd, menuturkan, total ada 119 orang pendaftar pada Jumat-Sabtu, 23-24 Oktober 2016, kemarin. Setelah diseleksi, ada 37 peserta yang lolos screening dan siap operasi. Namun pada akhirnya, hanya 31 orang yang dapat menjalani operasi katarak.

”Sebanyak 6 orang tidak jadi menjalani operasi disebabkan karena ada berbagai hal. 2 orang membatal diri dan 2 orang GDS (Gula Darah Sewaktu) tinggi di atas 200. Sedangkan 1 orang lainnya setelah ditetes mata, justru bengkak sehingga perlu penanganan dulu, serta 1 orang syarafnya menipis,” paparnya kemarin.

Menurut, Istiyani, aksi sosial ini sinergi yang padu antara RS Sisma Medika, Perdami DIJ dan Djarum Foundation. Selama ini, pihaknya sudah rutin menggelar Pengobatan Gratis dan Donor Darah (setiap 4 bulan sekali), serta Bulan Khitanan (selama 1 bulan). ”Program operasi katarak gratis bisa berjalan secara kontinu, sehingga membantu masyarakat yang membutuhkan. Bakti sosial seperti ini, juga menjadi sarana efektif untuk menjalin hubungan yang baik dan silaturahmi,” jelasnya.

Program Manager Bakti Sosial Djarum Foundation, Budi Darmawan, menyampaikan, katarak masih menjadi penyebab kebutaan tertinggi di Indonesia maupun dunia. Harapannya, melalui Operasi Katarak Gratis, beban penderita katarak diringankan.

”Sekaligus membantu pemerintah dan Perdami dalam menurunkan jumlah penderita kebutaan akibat penyakit ini. Kami berharap berharap para pasien yang telah dioperasi bisa kembali melihat dan bekerja,” paparnya. (fiq/ida/ce1)