BERIKAN BANTUAN : Mensos Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Kendal, Mirna Annisa saat memberikan bantuan PKH di Alun-Alun Kendal kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERIKAN BANTUAN : Mensos Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Kendal, Mirna Annisa saat memberikan bantuan PKH di Alun-Alun Kendal kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERIKAN BANTUAN : Mensos Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Kendal, Mirna Annisa saat memberikan bantuan PKH di Alun-Alun Kendal kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERIKAN BANTUAN : Mensos Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Kendal, Mirna Annisa saat memberikan bantuan PKH di Alun-Alun Kendal kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KENDAL—Mentri Sosial (Mensos) RI, Khofifah Indar Parawansa terus mengupayakan satu kartu Program Keluarga Harapan (PKH) bisa digunakan untuk semua bantuan sosial (Bansos) bagi warga miskin. Sehingga dapat lebih memudahkan dalam mendapatkan bantuan dari berbagai program bantuan sosial.

Hal tersebut disampaikan Mensos di sela Penyerahan Bantuan Sosial PKH di Pendapa Kabupaten Kendal, Sabtu petang (8/10) kemarin. Dalam kesempatan tersebut Mensos mengapresiasi petugas PKH, karena tidak ada satu pun penerima manfaat yang dipotong bantuannya. ”Saya imbau bantuan itu bisa digunakan dengan bijaksana. Jangan untuk kebutuhan konsumtif yang tidak perlu,” tegas Khofifah yang didampingi Bupati Kendal Mirna Annisa.

Kepala Dinas Sosial Kendal, Kuncahyadi, mengatakan, jumlah warga di Kabupaten Kendal yang mengikuti program PKH sebanyak 21.475 keluarga dengan total bantuan Rp 37,844 miliar. Tahap pertama telah cair April 2016 sebesar Rp 17,551 miliar, tahap dua pada Juli Rp 6,773 miliar, dan tahap tiga Oktober 2016 Rp 6,777 miliar.

“Hingga kemarin jumlah pendamping PKH sebanyak 79 orang dengan tiga orang operator dan satu koordinator wilayah. Target kami tahun 2016 ini terdapat penambahan pendamping sebanyak 19 orang dan lima tenaga operator,” katanya. 

Dalam kesempatan tersebut Bupati Mirna mendorong agar para korban Dimas Kanjeng Taat Pribadi segera malapor ke pihak kepolisian. Sehingga kasusnya bisa diusut tuntas agar tidak ada lagi korban yang masuk perangkap penipuan bermodus penggadaan uang.

“Kepada para korban, jangan menutup diri atau malu melapor kepada pihak kepolisian. Justru harus segera melapor sehingga para pelaku atau yang terlibat bisa segera ditangkap agar tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban,” tuturnya.

Pesan tersebut ia sampaikan mengingat pengikut Dimas Kanjeng yang menjadi korban tersebar dari berbagai daerah. Tidak menutup kemungkinan, lanjut Mirna, warga Kendal ada yang menjadi korban penipuan penggadaan uang.

Sementara itu, Mensos Khofifah kembali menegaskan siap membantu biaya pemulangan para pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang masih berada di Padepokan di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo. Terutama para pengikut yang telah kehabisan uang dan bekal hidup di padepokan.

Selama ini, Kemensos juga sudah menjalin kerja sama Bus Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (Damri) dan Kapal dari PT Pelni. Dua jasa angkutan umum tersebut selalu membantu Mensos untuk memulangkan TKI yang bermasalah dan dideportasi dari negara tujuan.  “Para pengikut yang yang ingin pulang tapi tidak memiliki biaya, kami siap membantu,” tegasnya. (bud/ida)