MANYARAN – Mantan Wakil Sekretaris I KONI Kota Semarang, Sudibyo, dianggap bersalah melakukan tindak pidana korupsi dana hibah KONI Kota Semarang 2012/2013. Sehingga jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang menjerat dirinya dengan empat pasal sekaligus dalam sidang perdana di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (13/9).

Menurut JPU, Sudibyo yang menjabat terakhir sebagai Wakil Ketua Umum III tersebut bersama-sama dengan Djody Aryo, Suhantoro dan Mochtar Hidayat telah melakukan perbuatan melawan hukum dan memperkaya diri sendiri. Untuk itu, pihaknya menjerat Sudibyo dengan pasal 2, pasal 3, pasal 8 dan pasal 9 jo pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

”Terdakwa bersama dengan tiga terpidana lainnya tersebut (berkas terpisah) tidak melakukan pengadministrasian laporan pertanggungjawaban keuangan dana hibah pada 2012 dan 2013 sebagaimana mestinya,” kata JPU, Yossi Budi Santoso, di hadapan majelis hakim yang dipimpin Sulistyono SH.

JPU menilai, pensiunan PNS guru olahraga SMP Negeri 4 Semarang itu juga tidak melampirkan kuitansi yang tidak sesuai dengan penggunaan dana akomodasi yang telah dianggarkan. Padahal dana untuk akomodasi atau penginapan untuk kontingen atlet atau pelatih sudah ditanggung KONI Jateng, terkecuali penginapan pengurus KONI Kota Semarang.

”Dari rental mobil Mitra Prima Jaya Semarang ada kuitansi Rp 187 juta, tetapi dibayarkan Rp 32 juta untuk dua unit mobil Innova selama dua bulan. Sehingga terdapat selisih Rp 155 juta,” sebut Yossi.

Selain itu, terdakwa yang dalam tugasnya membantu Ketua Umum KONI Kota Semarang, Ikhwan Ubaidillah, membuat kebijakan bidang perencanaan program, anggaran, juga membantu mengoordinasi cabang olahraga (cabor) ini juga menjabat sebagai panitia pengadaan, dan ketua tim teknis pengadaan seragam olahraga Porprov KONI Kota Semarang. 

Pada 2012, KONI Semarang juga mendapat alokasi untuk pengadaan AC, kamera, genset, laptop, dan proyektor dengan anggaran Rp 132,45 juta. Namun terdakwa selaku pejabat pengadaan membeli langsung ke toko seharga Rp 103,019 juta. Bersama Suhantoro, terdakwa dalam laporan pertanggungjawaban menyebutkan bahwa pembelian sudah melalui pihak ketiga. 

Terkait pengadaan seragam senilai Rp 745 juta melalui lelang di ULP Pemkot Semarang direalisasikan sebesar Rp 736 juta. Pemenangnya adalah CV Vaggansa Sakti. Akan tetapi meskipun barang sudah diterima, namun faktanya rekanan belum menerima pembayaran. 

Atas dakwaan itu, Sudibyo didampingi penasihat hukumnya, Paulus Sirait dan Agoeng Oetoyo, menyatakan tidak akan mengajukan eksepsi. Sidang akan dilanjutkan kembali pada Senin (19/9) mendatang dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. (jks/aro/ce1)