BALAI KOTA-Munculnya kabar kenaikan gaji untuk anggota DPRD seluruh Indonesia belakangan ini ditanggapi sejumlah anggota dewan Kota Semarang. 

“Saya pribadi tidak pernah menuntut kenaikan gaji, meski sudah 13 tahun tidak naik (gaji). Sudah seharusnya, fokusnya adalah bekerja untuk masyarakat,” kata Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, kemarin. 

Sejauh ini, Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI), telah memperjuangkan terkait kenaikan gaji bagi anggota dewan tersebut. Belakangan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) hasil revisi dari PP Nomor 24 Tahun 2004 dan PP Nomor 37 Tahun 2006 tentang Besaran Gaji Anggota Dewan, disetujui oleh Presiden Joko Widodo. 

“Itu (kenaikan gaji) masih wacana. Kami mengikuti saja kebijakan yang diterapkan  di pusat. Apa yang telah ditetapkan oleh pusat, kami menghormati dan melaksanakan kebijakan,” kata politikus PDIP ini.

Anggota DPRD Kota Semarang dari Partai Amanat Nasional (PAN), Wachid Nurmiyanto, menilai, saat ini belum ada payung hukum atau peraturan tambahan yang mengatur kenaikan gaji DPRD.

“Meski presiden sudah ngasih sinyal. Tapi ibarat handphone, sinyal bisa muncul terang, tapi bisa juga menghilang. Apalagi saat ini, ada penghematan Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat,” ujarnya.