PENERTIBAN : Kasatpol PP Yulianto dan Kabagops Polres Demak Kompol Sutomo memimpin pemetaan persiapan pembongkaran warung liar di sepanjang Jalan Lingkar Selatan Kota Demak kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENERTIBAN : Kasatpol PP Yulianto dan Kabagops Polres Demak Kompol Sutomo memimpin pemetaan persiapan pembongkaran warung liar di sepanjang Jalan Lingkar Selatan Kota Demak kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PENERTIBAN : Kasatpol PP Yulianto dan Kabagops Polres Demak Kompol Sutomo memimpin pemetaan persiapan pembongkaran warung liar di sepanjang Jalan Lingkar Selatan Kota Demak kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENERTIBAN : Kasatpol PP Yulianto dan Kabagops Polres Demak Kompol Sutomo memimpin pemetaan persiapan pembongkaran warung liar di sepanjang Jalan Lingkar Selatan Kota Demak kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK-Aparat Satpol PP dan kepolisian Polres Demak kemarin mulai melakukan pemetaan terhadap warung remang-remang di sepanjang Jalan Raya Lingkar Selatan Kota Demak. Ini dilakukan menjelang persiapan pembongkaran paksa atas bangunan liar yang mengganggu estetika Kota Demak.

Kepala Satpol PP Pemkab Demak, Yulianto mengatakan, tercatat ada 142 bangunan liar yang menjadi target atau sasaran pembongkaran yang sedianya dilakukan pada 5 September mendatang tersebut. Dari banyaknya bangunan itu, 15 di antaranya merupakan bangunan usaha karaoke yang bertebaran di wilayah tersebut.

“Bangunan permanen karaoke Nirwana Music juga menjadi salah satu yang akan dibongkar. Bangunan ini berdiri di atas tanah Bina Marga dengan biaya sewa Rp 23 juta pertahun,” katanya.  

Menurut Yulianto, pemetaan bangunan liar kemarin diikuti unsur Badan Kesejahteraan Masjid (BKM), Dinas Pekerjaan Umum Perumahan, Pertambangan dan Energi (DPUPPE), Kantor Pertanahan atau Badan Pertanahan Nasional (BPN), Bina Marga dan unsur terkait lainnya.

“Kami petakan bangunan untuk mempermudah petugas dalam merobohkannya. Bangunan-bangunan tersebut akan dibongkar, termasuk yang ada di lahan BKM serta di dalam marka jalan,” katanya.

Dia menegaskan, upaya pembongkaran ini sesuai hasil rapat Forkompinda Kabupaten Demak. Forum lintas instansi tersebut sepakat untuk membongkar atau melibas bangunan liar termasuk karaoke yang ada di dalamnya. 

Kabagops Polres Demak, Kompol Sutomo menambahkan, pendataan warung milik pedagang kaki lima (PKL) jalan lingkar ini diperlukan sebelum ditertibkan. “Bangunan ditertibkan karena berdiri di atas tanah negara serta digunakan untuk hal negatif. Kami bongkar paksa, jika belum dibongkar pemiliknya sendiri,” katanya. (hib/ida)