PANTANG MENYERAH: Eka Pratiwi Taufanti bersama Rektor Udinus Edi Noer Sasongko (paling kiri), dosen, dan Muhammad Taufik Hidayat, ayahnya. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PANTANG MENYERAH: Eka Pratiwi Taufanti bersama Rektor Udinus Edi Noer Sasongko (paling kiri), dosen, dan Muhammad Taufik Hidayat, ayahnya. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PANTANG MENYERAH: Eka Pratiwi Taufanti bersama Rektor Udinus Edi Noer Sasongko (paling kiri), dosen, dan Muhammad Taufik Hidayat, ayahnya. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PANTANG MENYERAH: Eka Pratiwi Taufanti bersama Rektor Udinus Edi Noer Sasongko (paling kiri), dosen, dan Muhammad Taufik Hidayat, ayahnya. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Meski terlahir dalam kondisi tunanetra, Eka Pratiwi Taufanti, menjalani proses kuliah di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang tanpa rasa minder. Dia membuktikan lulus sarjana (S1) dengan predikat cumlaude mengalahkan mahasiswa normal lainnya.

ABDUL MUGHIS

SEMANGAT bagi penyandang disabilitas ini dalam mewujudkan mimpinya sungguh luar biasa. Keterbatasan fisik tak menyurutkan tekad Eka Pratiwi Taufanti untuk menggapai cita-cita. Putri pensiunan tentara Muhammad Taufik Hidayat, dan ibu penjual nasi, Emma Hermawati ini, nekat berangkat dari kampung halamannya di Desa Babakan RT 4 RW 5 No 18 Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, untuk menimba ilmu di Semarang.

Ia yang berasal dari keluarga sederhana memilih Udinus yang dikenalnya sebagai kampus berbasis Information Technology (IT). Berbekal dukungan kedua orang tua, ia nekat terjun di tengah kampus modern tersebut.

”Sempat minder, pertama kali di Semarang pernah terpikir nanti pasti orang di kota pinter-pinter. Sempat bingung, di awal kuliah saya tidak punya laptop,” kata Eka kepada Jawa Pos Radar Semarang usai acara wisuda ke-57 Udinus di Hotel Patrajasa Semarang, Rabu (24/8).

Namun ia mengaku yakin bahwa Tuhan akan memberi jalan. Meski ia memiliki keterbatasan sebagai tunanetra, Eka terus meniti hari-hari dengan semangat dan tekun belajar di jurusan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya.