MEMBANGGAKAN : Turjangun didampingi Kepala BP2KP Kabupaten Batang memperlihatkan sertifikat penghargaan yang diterimanya dari Menteri Pertanian RI.
MEMBANGGAKAN : Turjangun didampingi Kepala BP2KP Kabupaten Batang memperlihatkan sertifikat penghargaan yang diterimanya dari Menteri Pertanian RI.

Turjangun, 46, petani asal Dukuh Manggisan, Desa Amongrogo, Kecamatan Limpung, Batang, ini telah mengharumkan nama Kabupaten Batang di kancah nasional. Turjangun pun diundang dalam Sidang Paripurna dengan agenda mendengarkan Pidato Presiden dan ikut dalam Upacara Hari Kemerdekaan di Istana Merdeka Jakarta 17 Agustus lalu.

NURUL FATAH, Batang

HANYA berbekal pendidikan SMA Paket C dan berlatar belakang dari pondok pesantren, tidak menyurutkan semangatnya penjadi petani profesional dan berprestasi di tingkat nasional.

Turjangun mengaku jika dirinya mulai menggeluti pertanian secara aktif sejak tahun 2000 dengan lahan pertanian seluas 0,5 hektare yang ditanami padi, jagung dan pembibitan sengon, yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menghidupi keluarga dengan dua anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Untuk meningkatkan kualitas dirinya, Turjangun sering mengikuti pelatihan di Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah, Salatiga. Dari situlah, Turjangun tergerak melakukan penelitian dan uji coba dengan membuat laboratorium pertanian untuk membuat pupuk organik dan hasilnya bisa diterima petani.

Dengan begitu, dirinya memberanikan diri mendirikan wirausaha pembuatan pupuk organik cair dengan merek Tabur Mas dan pernah dilombakan di tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Yayasan Teknologi Hijau dan menjadi juara I.