Gilang Nadia Putri (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Gilang Nadia Putri (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Gilang Nadia Putri (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Gilang Nadia Putri (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Banyak host stasiun televisi lokal tetap eksis di tengah maraknya televisi nasional. Mereka tak hanya membawakan satu acara, tapi bisa juga berperan sebagai reporter lapangan, pembaca berita dan memandu acara talkshow. Banyak suka duka menjadi host televisi lokal. Apa saja?

MENJADI host atau pembawa acara program televisi, bisa dibilang pekerjaan yang unik dan menarik. Para host sudah tentu harus memiliki segudang pengalaman di balik setiap syuting acara. Sebut saja sosok asli Semarang, Gilang Nadia Putri, 29, yang kini cukup moncer. Terutama bagi yang sering menyaksikan program acara Suara Warga di televisi lokal TVKU Semarang.

Program acara terbaru yang ia bawakan adalah Klitikan. Presenter yang memiliki gaya kocak ini mengaku seringkali diserbu penggemar saat jalan-jalan di luar tugas. “Tahu-tahu disambangi ibu-ibu. Mbaknya yang pembawa acara di TVKU ya? Komentarnya macem-macem. Kok lebih langsing ya? Kok lebih cantik kalau pas di TV ya? Ya iyalah lha wong dipacaki. Ujung-ujungnya, ibu-ibu itu minta foto selfie,” ujar Nadia saat berbincang dengan Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (20/8) kemarin.

Dikatakannya, menjadi host memang telah sesuai dengan keinginan hati. Ia sejak dulu mengaku berkeinginan memiliki pekerjaan yang ada tantangannya. Terutama pekerjaan yang membutuhkan kemampuan berinteraksi sosial dengan masyarakat. “Di Program Suara Warga, sangat dituntut memiliki kemampuan berinteraksi,” katanya.