Dengan mobil Mazda nopol H 9002 JE, Zaini dan Supriyanto mengajak jalan-jalan korban. Supriyanto mengaku sempat membawa korban hingga ke wilayah Biltar, Jawa Timur.

“Sebenarnya sejak awal disuruh pinjam mobil, perasaan saya sudah tidak enak. Apalagi setelah tahu anak yang dibawa itu cacat mental seperti anak saya,” katanya.

Supriyanto membantah telah menyetubuhi korban selama diajak jalan-jalan hingga ke Blitar. Sebab, dia tidak tega, lantaran korban memiliki keterbelakangan mental seperti putrinya. “Saya gak tega, malah saya juga bilang sama yang punya rumah (di Blitar). Saya juga sempat nangis. Coba kalau gak percaya, tanya sama anaknya (korban),” kilahnya.

Pelaku lain, Juhari, juga membantah telah mencabuli korban. Dia mengaku tidak mengenal gadis yang dibawa. Menurutnya, ia hanya didatangi oleh Zaini bersama tiga orang, termasuk korban untuk menginap di rumahnya.

“Saya juga tidak tahu. Dia sudah datang sama perempuan itu. Dikenalkan juga sama istri saya, semalam tidur di rumah saya. Tahu-tahu saya ikut ditangkap,” katanya.

Pelaku utama, Zaini, tidak berkutik dan hanya terlihat diam saat dua rekannya menceritakan awal kasus tersebut. Namun, pihaknya berdalih dan enggan dituding membawa kabur gadis tersebut.