BERHASIL MASUK : Peserta musda kubu Nur Wahid akhirnya berhasil masuk ke halaman Kantor Partai Golkar, Rabu siang (20/7) kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERHASIL MASUK : Peserta musda kubu Nur Wahid akhirnya berhasil masuk ke halaman Kantor Partai Golkar, Rabu siang (20/7) kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RICUH : Situasi saling baku hantam antara kubu Nur Wahid dengan kubu Budi Ahmadi terjadi di depan pintu gerbang Kantor DPD Golkar Demak, Rabu siang (20/7) kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RICUH : Situasi saling baku hantam antara kubu Nur Wahid dengan kubu Budi Ahmadi terjadi di depan pintu gerbang Kantor DPD Golkar Demak, Rabu siang (20/7) kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK-Proses Musyawarah Daerah (Musda) IX Partai Golkar Demak, Rabu siang (20/7) kemarin, berlangsung ricuh. Akibatnya, Musda ditunda dan kepanitiaan Musda terpaksa diambil alih oleh DPD I Partai Golkar Jateng.

Kericuhan bermula ketika rombongan salah satu kandidat, Nur Wahid, hendak masuk ke area halaman Partai Golkar di Jalan Sultan Fatah, Kota Demak. Namun, karena ada di antara mereka yang tidak membawa undangan, maka rombongan tidak diperbolehkan masuk oleh Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan DPD II Partai Golkar Demak.

Karena negosiasi alot, akhirnya terjadi saling dorong di depan pintu gerbang Kantor DPD Golkar. Bahkan, peristiwa baku hantam sempat terjadi. Petugas penjaga pintu terkena bogem mentah. Melihat keadaan yang genting dan memanas tersebut, aparat kepolisian langsung bertindak melakukan pencegahan hingga akhirnya rombongan Nur Wahid berhamburan berhasil masuk ke halaman Kantor Partai Golkar.

Kendati begitu, sesampainya di depan gedung kantor Golkar, rombongan Nur Wahid tidak dapat langsung menuju ke lantai 2 kantor Partai Golkar tempat dimana lokasi Musda akan dilaksanakan. Mereka menahan diri agar tidak terjadi benturan fisik dengan pihak atau kubu Ketua DPD Golkar Demak Budi Ahmadi yang juga menjadi kandidat dalam Musda tersebut.

Untuk meredakan ketegangan kedua kubu (kubu Nur Wahid dan Budi Ahmadi, red), maka dilakukan perundingan di ruang ketua DPD Golkar. Rapat mendadak ini diikuti Ketua DPD Golkar Budi Ahmadi, Sekretaris Sunari, Ketua panitia penyelenggara Musda, Awal TS dan sekretarisnya Suwarjo. Perundingan itu juga diawasi langsung oleh unsur kepolisian dari Polres Demak dan TNI dari Kodim setempat. Dalam perundingan itu muncul pendapat agar Musda ditunda.