Sumbangan Siswa Rp 400 Juta Dikembalikan

Di MAN 1, Akibat Salah Prosedur

Must Read

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

DARIPADA BERMASALAH: Orang tua siswa MAN 1 Semarang menerima pengembalian uang sumbangan peserta didik baru, kemarin. (SIGIT ANDRIANTO/Jawa Pos Radar Semarang)
DARIPADA BERMASALAH: Orang tua siswa MAN 1 Semarang menerima pengembalian uang sumbangan peserta didik baru, kemarin. (SIGIT ANDRIANTO/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Setelah didatangi Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jateng, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Semarang akhirnya mengembalikan uang pungutan dari orang tua siswa baru yang sudah telanjur ditarik, Rabu (29/6) kemarin. Uang yang dikembalikan mencapai Rp 400 juta. Pengembalian ini merupakan buntut dari kesalahan prosedur yang dilakukan pihak sekolah dalam penarikan uang sumbangan tersebut.

Sebelumnya, pihak sekolah telah menarik sejumlah uang saat wawancara dengan orang tua calon peserta didik sebelum dinyatakan diterima oleh pihak sekolah. Uang yang ditarik dari 484 siswa baru ini besarnya bervariasi.

Ketua komite sekolah, Baedlowi, mengatakan, pengembalian uang sumbangan tersebut merupakan pelaksanaan dari usulan dan saran Ombudsman RI Perwakilan Jateng, karena adanya ketidaksesuaian penarikan sumbangan dengan surat keputusan Dirjen Pendidikan Islam. Meskipun demikian, dia mengatakan bahwa niat awal dari penarikan sumbangan tersebut semata-mata untuk pengembangan sekolah.

”Niat kami baik, semata-mata untuk pengembangan sekolah. Namun ternyata secara administrasi itu ada kesalahan. Stempel yang harusnya menggunakan stempel komite, kemarin kami salah menggunakan stempel sekolah,” ujar Baedlowi.

Dikatakan, uang yang dikembalikan tersebut nantinya oleh orang tua akan disumbangkan lagi kepada pihak sekolah sesuai kemampuan mereka. Tentunya sumbangan dilakukan dengan keikhlasan orang tua siswa karena tidak ada kisaran berapa mereka harus menyumbang.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Rombak Kurikulum

Reformasi besar-besaran. Di bidang kurikulum pendidikan. Itulah instruksi Presiden Joko Widodo. Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Kemarin. Kata 'reformasi' saja sudah sangat ekstrem. Apalagi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -