ANTRE : Ribuan warga mengantre pasar murah yang digelar Pemkab Kendal di Alun-Alun Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ANTRE : Ribuan warga mengantre pasar murah yang digelar Pemkab Kendal di Alun-Alun Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ANTRE : Ribuan warga mengantre pasar murah yang digelar Pemkab Kendal di Alun-Alun Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ANTRE : Ribuan warga mengantre pasar murah yang digelar Pemkab Kendal di Alun-Alun Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Aksi saling dorong menjadi pemandangan yang tidak terhindarkan dalam pasar murah di Alun-Alun Kendal. Ribuan warga rela berdesak-desakan dan mengantre lama untuk mendapatkan sembako dalam pasar murah yang digelar Pemkab Kendal.

Warga yang tidak sabar menunggu pembukaan pasar murah memaksa masuk ke area pasar murah dengan menerobos penjagaan barikade Satpol PP. Akibatnya aksi desak-desakan tersebut, banyak warga yang terjepit. Ribuan sembako yang telah disediakan habis dalam waktu kurang dari setengah jam.

Sembako yang telah disediakan di antaranya, telur ayam, beras, minyak goreng, gula pasir, sirup, mi instan dan pakaian. “Senang dengan kegiatan pasar murah ini, meski harus berdesak-desakan dan saling berebut, tidak masalah. Yang penting dapat sembako murah,” ujar salah seorang warga, Suniyah, 38.

Diakuinya, harga sembako di pasar murah memang jauh dari harga pasaran. Ia mencontohkan dengan harga beras 5 kg yang dijual Rp 35 ribu, padahal harga di pasar mencapai Rp 55 ribu.