UJI JARINGAN : Seluruh jajaran teras pejabat Telkomsel dalam pemaparan hasil Uji Jaringan Telkomsel sepanjang jalur mudik utama pantura Jawa, di Hotel Novotel Semarang, beberapa waktu lalu. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
UJI JARINGAN : Seluruh jajaran teras pejabat Telkomsel dalam pemaparan hasil Uji Jaringan Telkomsel sepanjang jalur mudik utama pantura Jawa, di Hotel Novotel Semarang, beberapa waktu lalu. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
UJI JARINGAN : Seluruh jajaran teras pejabat Telkomsel dalam pemaparan hasil Uji Jaringan Telkomsel sepanjang jalur mudik utama pantura Jawa, di Hotel Novotel Semarang, beberapa waktu lalu. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
UJI JARINGAN : Seluruh jajaran teras pejabat Telkomsel dalam pemaparan hasil Uji Jaringan Telkomsel sepanjang jalur mudik utama pantura Jawa, di Hotel Novotel Semarang, beberapa waktu lalu. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG–Telkomsel memastikan jaringannya telah aman dalam menyambut trafik Ramadan dan Lebaran. Kondisi tersebut telah dibuktikan melalui serangkaian drive test mulai dari Jakarta ke Semarang dan Surabaya ke Semarang yang merupakan jalur utama mudik Lebaran, pada Rabu (18/5) lalu.

Direktur Network Telkomsel, Sukardi Silalahi mengatakan bahwa masa Ramadan dan Lebaran dipastikan akan terjadi kenaikan trafik yang sangat signifikan. Lonjakan trafik akan terjadi hingga 25 persen, baik untuk layanan voice, data, maupun SMS.

“Kenaikan trafik komunikasi selama Ramadan dan Lebaran diprediksi mencapai 5-15 persen untuk SMS dan voice, serta 15-25 persen untuk layanan data yang diperkirakan menembus 2.700 Tera Byte,” katanya dalam pemaparan hasil Uji Jaringan Telkomsel sepanjang jalur mudik utama pantura Jawa, di Hotel Novotel Semarang.

Menurutnya, dengan adanya tren kenaikan trafik, pihaknya telah melakukan persiapan jauh-jauh hari dengan melakukan optimalisasi jaringan, seperti menjaga ketersediaan, Visitor Location Register (VLR) atau kecukupan kapasitas data tampung pelanggan. Bahkan, sepanjang jalur mudik di pulau Jawa dan Sumatera telah disediakan kelonggaran sebesar 40-60 persen, seperti di Jawa Barat 41 persen, Jateng 42 persen, Jatim 60 persen, dan Sumatera Selatan sebesar 59 persen. “Langkah ini akan sangat membantu pelanggan untuk tetap dapat terhubung dengan layanan Telkomsel,” imbuhnya.