Diminta Selektif Berikan Beasiswa

191

SEMARANG – Pemprov Jateng diminta benar-benar selektif dalam memberikan beasiswa untuk siswa SMA/SMK. Sebab, kuotanya cukup banyak, mencapai 10 ribu siswa, baik untuk siswa miskin atau yang berprestasi. Jangan sampai beasiswa tidak tepat sasaran karena ini sebagai upaya untuk mencerdaskan generasi muda di Jateng.

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Rusdiyanto mengatakan, beasiswa ini sangat membantu bagi orang-orang miskin di Jateng. Selama ini tidak ada data lengkap sehingga membuat pihaknya waswas jika beasiswa tidak sesuai target. ”Makanya kami ingin data by name by address, karena ini sangat penting untuk mengetahui beasiswa itu penyalurannya bagaimana,” katanya.

Dalam hal ini, kata dia, pemprov harus bisa memetakan dan memberikan beasiswa untuk keluarga miskin. Karena dengan pendidikan tinggi, ini akan menjadi salah satu langkah untuk mengurangi kemiskinan di Jateng. Pendidikan tinggi bakal berpengaruh terhadap pekerjaan yang lebih baik dan bisa mewujudkan kesejahteraan bagi keluarganya. ”Saya kira pendidikan sangat penting, kalau pendidikannya tinggi mereka bisa mendapatkan pekerjaan yang layak,” ujarnya.

Dewan menilai di Jateng masih banyak orang yang tidak bisa melanjutkan pendidikan tinggi. Padahal, sudah ada kebijakan dari pemerintah pusat untuk menggratiskan pendidikan mulai dari SD-SMP. Artinya, jika pemprov memberikan beasiswa untuk SMA, anak-anak berbakat dan pintar tapi dari keluarga miskin bisa ter-cover dan terus melanjutkan pendidikannya sampai selesai. ”Di daerah pedesaan saya masih menemukan banyak anak-anak yang putus sekolah karena terbentur biaya. Ini jelas sangat ironis, di tengah kebijakan pemerintah yang ingin mencerdaskan anak bangsa,” tambahnya.

Dewan terus mendorong agar pemprov merealisasikan anggaran 20 persen untuk pendidikan di Jateng. Dalam artian harus benar-benar direalisasikan terutama untuk pendidikan gratis bagi keluarga kurang mampu. Sebab, negara dalam hal ini pemprov memiliki tanggung jawab untuk mencerdaskan generasi muda. ”Program pengurangan kemiskinan tidak bakal bisa berjalan maksimal jika tidak ada pembenahan sumber daya manusia (SDM). Makanya pendidikan sangat penting untuk memperbaiki kualitas penghasilan,” tegasnya. (fth/ric/ce1)