INOVATIF: Yovita Aryani, Marcellino Octavianus, dan Andreas Edwin Kurniawan saat memperagakan alat penjernih air ciptaannya. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
INOVATIF: Yovita Aryani, Marcellino Octavianus, dan Andreas Edwin Kurniawan saat memperagakan alat penjernih air ciptaannya. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
INOVATIF: Yovita Aryani, Marcellino Octavianus, dan Andreas Edwin Kurniawan saat memperagakan alat penjernih air ciptaannya. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
INOVATIF: Yovita Aryani, Marcellino Octavianus, dan Andreas Edwin Kurniawan saat memperagakan alat penjernih air ciptaannya. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Tiga siswa SMA Kebon Dalem Semarang berhasil menciptakan alat penjernih air berkonsep filtrasi mata air. Meski masih butuh riset dan percobaan lagi, alat ini sudah tergolong mumpuni jika dimanfaatkan sebagai Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL) industri kecil menengah. Seperti apa?

AJIE MAHENDRA

DAERAH aliran sungai (DAS) saat ini sudah banyak yang tercemar limbah industri. Terutama di wilayah perkotaan yang padat penduduk. Jika terus dibiarkan, bukan tidak mungkin kesehatan warga sekitar DAS jadi terganggu.

Alasan itulah yang menjadi trigger trio siswa kelas X SMA Kebon Dalem, yakni Yovita Aryani, Marcellino Octavianus, dan Andreas Edwin Kurniawan menciptakan alat penjernih air. ”Ini hanya untuk menjernihkan air dengan menyaring kotorannya, serta mengurangi bau tak sedap. Belum bisa diminum,” ucap Yovita kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Meski hasilnya cukup mengagumkan, ternyata sistem penyaringannya cukup simpel. Mereka menggunakan konsep filtrasi dari alam, yakni menyaring air beberapa kali menggunakan media tertentu dengan memanfaatkan hukum bejana berhubungan.

Dilihat dari prototipenya, terlihat ada tiga bejana. Bejana pertama diisi air keruh yang penuh lumpur dan pasir. Bejana kedua diisi cincangan daun sanseviera atau lidah mertua, dan terakhir tumpukan kayu, kapas, serta batu zeolit.