Sudjadi Bantah Gunakan Rp 444,976 Juta

123

SEMARANG – Mantan Kepala Bidang Pertamanan pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Semarang Sudjadi secara tegas membantah mempergunakan uang Rp 444.976.500 untuk kepentingan pribadi atas perkara dugaan korupsi dana perawatan taman 2012. Hal itu disampaikan Sujadi melalui kuasa hukumnya Paulus Sirait dalam sidang beragendakan pembelaan (pledoi) di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (19/5).

Penggunaan uang tersebut dikatakan Paulus justru digunakan untuk bidang dinas pertamanan. Uang tersebut juga tidak pernah dipegang sendiri apalagi dimasukkan ke rekening kliennya melainkan dititipkan ke rekening saksi Trijoto yang digunakan untuk pembayaran dan pemesanan barang (tanaman). Paulus juga menyebutkan, kalau kerugian negara lebih dari Rp 444,97 juta tersebut sebelumnya juga sudah dititipkan ke penyidik pada 29 April lalu.

”Tidak ada niat jahat untuk melakukan perbuatan korupsi. Bagaimanapun bukti fisik pekerjaannya sudah dilaksanakan tetapi bukti kuitansi pembelian tanaman, peralatan, pembayaran gaji petugas kebersihan sudah tidak ada lagi,”’ kata Paulus di hadapan majelis hakim yang dipimpin Alimin R Sudjono.

Paulus meminta kerugian negara yang timbul haruslah ditanggung bersama dengan Mustakim, tersangka lain dalam perkara tersebut. Ia kemudian menyebutkan jumlah kerugian sebesar itu harus dikurangi dengan nilai item pekerjaan studi kelayakan dan DED penghijauan Pasar Rejomulyo sebesar Rp 6,64 juta dan nilai pengembalian rekanan Rp 5,52 juta. Sehingga kerugian negara yang harus dikembalikan Rp 432.811.500 dan dibagi bersama Mustakim.

”’JPU mendakwa terdakwa bersama saksi Mustakim (tersangka) dan untuk itu seharusnya kerugian ditanggung bersama. Yang memalsukan tanda tangan rekanan adalah Mustakim jadi harus dibagi dua dan sisanya dari yang sudah dititipkan kemarin dikembalikan,” tandasnya.

Paulus juga mengaku kalau kliennya sudah menunjukkan penyesalannya atas permasalahan tersebut. Ia juga berharap majelis hakim bisa menjatuhkan hukuman seringan-ringannya dan seadil-adilnya kepada kliennya. ”Klien kami (Sudjadi, Red) sudah mengakui perbuatannya dan kami minta vonis seringan-ringannya, apalagi terdakwa punya tanggungan keluarga dan tulang punggung,” ujarnya. (jks/zal/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here