Sensus Ekonomi Berjalan Lambat

Masih di Bawah 50 Persen

134

SEMARANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah tampaknya perlu usaha ekstra dalam memenuhi target sensus ekonomi tahun 2016. Pasalnya, hingga pertengahan Mei ini, baru 26,83 persen pelaku usaha yang berhasil didata dari total target sebanyak 4 juta pelaku usaha di Jawa Tengah.

“Untuk mencapai 100 persen pada akhir Mei mendatang, memang kami masih harus kerja keras,” ujar Kepala BPS Jateng, Margo Yuwono, kemarin.

Ia mengakui ada beberapa kendala yang harus dihadapi di lapangan. Di antaranya petugas belum dapat sepenuhnya bertemu dengan responden, khususnya perusahaan-perusahaan menengah besar. “Kalau usaha ekonomi rumah tangga mudah didapat, karena begitu kita datang, bisa langsung ditemui dan didata. Tapi begitu masuk ke usaha menengah besar, mereka butuh persiapan,” jelasnya.

Kemudian ada juga ketidakcocokan waktu antara petugas dan pelaku usaha. Ada yang mengaku sedang sibuk saat didatangi petugas. Oleh karena itu, untuk ini kami biasanya menginformasikan terlebih dahulu.

Selain itu, ada juga pelaku usaha yang menolak untuk memberikan informasi akan usaha yang mereka jalankan. Terkait hal ini, pihaknya berupaya untuk memberikan informasi dan pemahaman akan pentingnya sensus ekonomi. “Yang menolak ada, tapi sudah teratasi. Penolakan mereka lebih karena kurang paham. Oleh karena itu kami beri penjelasan lagi, bahwa sensus ini tidak ada hubungan dengan pajak, kemudian tidak dipungut biaya, dan informasi yang diberikan pada BPS tidak akan dipublikasikan secara individual,” kata Margo.

Oleh karena itu, ia menghimbau para pelaku usaha agar mau menerima petugas dengan baik dan memberikan informasi sesuai dengan kondisi usahanya. Sehingga sensus ekonomi dapat berjalan dengan lancar. “Namun begitu kami yakin kondisi di Jawa Tengah ini cukup kondusif, sehingga sensus ekonomi bisa dijalankan dengan baik,” tandasnya. (dna/smu)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here