Handoko (DOK/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Handoko (DOK/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Handoko (DOK/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Handoko (DOK/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KRAPYAK – Pendiri sekaligus Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana, Handoko, diganjar hukuman 2 tahun 6 bulan (2,5 tahun) penjara atas kasus dugaan penipuan cek kosong yang dilaporkan bos perusahaan kapas Selection dan Cinderella, Heryanto Tanaka, Senin (16/5) kemarin.

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang yang dipimpin Alimin R Sudjono menyatakan, terdakwa melanggar pasal 378 KUHP tentang penipuan dan pasal 372 KUHP tentang penggelapan. Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Jateng yang menuntut Handoko hukuman 4 tahun penjara.

Mendengar putusan tersebut, terdakwa Handoko didampingi penasihat hukumnya, Reza Kurniawan dan Noer Kholis langsung mengajukan banding.

”Kami mengajukan banding. Alasannya, pertimbangan hakim tidak sesuai dengan fakta sidang. Permasalahan di koperasi terjadi karena terjadi rush (penarikan dana besar-besaran, Red) di Surabaya,” kata Reza usai sidang.

Sebelumnya, hakim tunggal PN Semarang yang memeriksa perkara gugatan praperadilan yang diajukan pihaknya, telah memenangkan dan hakim memerintahkan kliennya untuk dibebaskan. Dalam putusannya, hakim tunggal Sigit Heriyanto SH MH didampingi Panitera Pengganti (PP) Meilyna Dwijanti memutuskan mengabulkan permohonan Handoko untuk seluruhnya dan menyatakan penetapan status tersangka Handoko sebagaimana Surat Ketetapan termohon tentang pengalihan status No B/371/XII/2015/Reskrimum tanggal 11 Desember 2015 adalah prematur sehingga tidak sah.