SEMARANG – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D Hadad menegaskan, realisasi kredit program Jangkau, Sinergi dan Guideline (Jaring) se-Indonesia hingga Desember 2015 mencapai Rp 6,69 triliun atau 124,5 persen dari target Rp 5,37 triliun.

Saat ini, penyaluran pembiayaan Program Jaring telah berkembang pesat, karena telah dibantu oleh 16 bank, baik bank swasta maupun bank milik pemerintah. “Sebelumnya hanya dibantu delapan bank. Ke depan, kami akan menggandeng lembaga keuangan selain bank, lembaga penjamin, dan asuransi,” kata Muliawan, kemarin.

Di antaranya adalah BNI, BRI, Mandiri, Bank Sinar Mas, BCA, dan CIMB. Angka 124,5 persen dari target Rp 5,37 triliun itu menunjukkan bahwa program Jaring mengalami perkembangan signifikan. “Ini juga menunjukkan minat sektor industri keuangan dalam memberikan pembiayaan bagi sektor maritim, khususnya kelautan dan perikanan meningkat,” katanya.

Tahun ini, lanjut dia, perbankan nasional menargetkan penyaluran kredit ke sektor kelautan dan perikanan mencapai Rp 10,7 triliun. Ia membantah anggapan bahwa penyaluran kredit di sektor tersebut berisiko tinggi. “Itu tidak terbukti. Sebab, dilihat dari sisi Non Performing Loan Gross (NPL/kredit bermasalah) terjadi penurunan yang cukup signifikan sejak 2011. Yakni dari 5,96 persen menjadi 1,8 persen di tahun 2015. Indikator itu mencerminkan kinerja sektor yang semakin baik,” terangnya.

Lebih lanjut, nantinya masyarakat sekaligus dikenalkan dengan program asuransi mikro. “Dengan membayar premi yang murah, usaha mereka dapat diproteksi dari segala macam kerugian,” ujar dia. (amu/smu)