WISATA EDUKASI : Siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Sinar Bangsa Purwodadi mendengarkan panduan tentang koleksi perahu di Museum Ranggawarsita Semarang, Jumat (13/5). Berbagai benda koleksi museum dari Jawa, Kalimantan, Brunei Darussalam dan Malaysia dipamerkan dalam gelaran Museum Mart 12-17 Mei. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
WISATA EDUKASI : Siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Sinar Bangsa Purwodadi mendengarkan panduan tentang koleksi perahu di Museum Ranggawarsita Semarang, Jumat (13/5). Berbagai benda koleksi museum dari Jawa, Kalimantan, Brunei Darussalam dan Malaysia dipamerkan dalam gelaran Museum Mart 12-17 Mei. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
WISATA EDUKASI : Siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Sinar Bangsa Purwodadi mendengarkan panduan tentang koleksi perahu di Museum Ranggawarsita Semarang, Jumat (13/5). Berbagai benda koleksi museum dari Jawa, Kalimantan, Brunei Darussalam dan Malaysia dipamerkan dalam gelaran Museum Mart 12-17 Mei. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
WISATA EDUKASI : Siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Sinar Bangsa Purwodadi mendengarkan panduan tentang koleksi perahu di Museum Ranggawarsita Semarang, Jumat (13/5). Berbagai benda koleksi museum dari Jawa, Kalimantan, Brunei Darussalam dan Malaysia dipamerkan dalam gelaran Museum Mart 12-17 Mei. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Museum Ranggawarsita kembali didapuk menjadi tuan rumah Museum Mart. Gelaran selama 6 hari (12-17/5) ini melibatkan 22 museum di Jawa dan Kalimantan, ditambah tiga museum dari Malaysia dan Brunei Darussalam. Dua negara itu menampikan koleksi budaya berupa manik-manik Borneo.

Dua museum dari Malaysia, yaitu Museum Dewan Tun Abdul Razak Sarawak dan Museum Sabah serta Museum Negeri Brunei dari Brunei Darussalam menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung Museum Mart. Selain unik, ada penjelasan tertulis yang menjabarkan manik-manik tersebut.

Manik-manik dalam budaya Borneo memiliki banyak arti. Salah satunya sebagai tanda status sosial layaknya rumpun tetangga, Dayak. Semakin lengkap pakaian dan perhiasan menunjukkan tingkat kemakmuran.

Selain itu manik-manik juga digunakan sebagai sistem religi bekal kubur. Sebab, barang tersebut dipercaya akan dibutuhkan oleh orang yang mati sebagai bekal dan penanda identitas di alam baka. Manik-manik itu juga dianggap mampu mengusir roh jahat agar tidak menguasai tubuh mayat.