AMAR MARUF: Ketua MUI Jateng KH Ahmad Daroji memberikan arahan dalam Musda IX MUI Demak di Pendopo, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AMAR MARUF: Ketua MUI Jateng KH Ahmad Daroji memberikan arahan dalam Musda IX MUI Demak di Pendopo, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AMAR MARUF: Ketua MUI Jateng KH Ahmad Daroji memberikan arahan dalam Musda IX MUI Demak di Pendopo, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AMAR MARUF: Ketua MUI Jateng KH Ahmad Daroji memberikan arahan dalam Musda IX MUI Demak di Pendopo, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK – Majlis Ulama Indonesia (MUI) meminta pemerintah lebih fokus untuk mengentaskan kemiskinan di dearah termasuk di Demak. Kemiskinan dinilai sebagai salah satu sumber atau pintu masuk berbagai tindak kejahatan serta pemurtadan agama.

Demikian disampaikan Ketua MUI Jateng, Dr KH Ahmad Daroji disela membuka Musyawarah Daerah (Musda) IX MUI Demak di Pendopo Kabupaten, kemarin. Menurutnya, penduduk Indonesia sekitar 218 juta orang 87,2 persen di antaranya adalah umat Islam. Kendati dari sisi kuantitas mayoritas, namun kemampuan ekonomi hanya 10 persen. Kondisi itu, kata dia, menyebabkan kesenjangan ekonomi dan sosial di masyarakat luar biasa. “Kalau ekonomi Indonesia tumbuh 5 persen, maka program pemerintah harus memprioritaskan pengentasan kemiskinan. Selain pintu masuk tindak kejahatan, kemiskinan itu menyebabkan kekufuran dan memicu pemurtadan. Makanya, ikhtiar untuk berwirausaha itu penting agar ekonomi kita kuat. Tidak cukup dengan berdoa saja,” ujarnya.

Selain ekonomi, MUI juga menegaskan, bahwa lembaga ini juga independen sehingga tidak semata menjadi stempel pemerintah. MUI, lanjut dia, tetap punya tugas amar ma’ruf nahi munkar termasuk membenarkan program bupati jika itu memang untuk kesejahteraan masyarakat.

Ketua MUI Demak, KH Muhammad Asyiq mengatakan, dalam Musda kali ini, MUI ingin meneguhkan Islam rahmatan Lil’alamin untuk bangsa dan Negara. MUI bertugas memberikan pemahaman pada masyarakat untuk beragam Islam yang kaffah (totalitas).