DIMUSNAHKAN : Ratusan ribu rokok ilegal tak bercukai, dimusnahkan dengan cara dibakar oleh KPPBC Pratama Pekalongan, Rabu (27/4) kemarin. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
DIMUSNAHKAN : Ratusan ribu rokok ilegal tak bercukai, dimusnahkan dengan cara dibakar oleh KPPBC Pratama Pekalongan, Rabu (27/4) kemarin. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
DIMUSNAHKAN : Ratusan ribu rokok ilegal tak bercukai, dimusnahkan dengan cara dibakar oleh KPPBC Pratama Pekalongan, Rabu (27/4) kemarin. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
DIMUSNAHKAN : Ratusan ribu rokok ilegal tak bercukai, dimusnahkan dengan cara dibakar oleh KPPBC Pratama Pekalongan, Rabu (27/4) kemarin. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

PEKALONGAN-Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Pratama Pekalongan memusnahkan sekitar 295.161 batang rokok ilegal tanpa cukai, di halaman Kantor KPPBC setempat, Rabu (27/4) kemarin. Rokok ilegal tersebut merupakan hasil operasi pasar pada periode 2015.

Rokok ilegal yang dimusnahkan, disita dari warung-warung kecil yang ada di tiga wilayah. Masing-masing Kota dan Kabupaten Pekalongan serta Kabupaten Batang, dengan kerugian negara mencapai Rp140.627.826.

Kepala KPPBC Pratama Pekalongan, Tri Suhartoyo mengatakan, ratusan ribu batang rokok itu merupakan hasil operasi pasar yang dilakukan bersama sejumlah instansi terkait. Dari tiga wilayah tersebut, Kota Pekalongan menjadi wilayah yang paling banyak didapati rokok ilegal. “Kalau persentase paling besar malah di Kota Pekalongan, dibandingkan dua daerah lainnya,” tutur dia.

Dijelaskan, operasi pasar terhadap rokok tanpa cukai dilakukan secara terjadwal. Dengan begitu semua akan tersisir bersih. “Modusnya memang dititipkan ke warung-warung kecil yang sebagian besar tidak mengetahui itu ilegal. Sehingga kami memberikan pembinaan terhadap mereka, dan berpesan agar tidak menerima kembali rokok sejenis,” kata Tri.