BAHAYA: Seorang pekerja mengecek kondisi talud Jalan Lingkar Ambarawa yang longsor, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BAHAYA: Seorang pekerja mengecek kondisi talud Jalan Lingkar Ambarawa yang longsor, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BAHAYA: Seorang pekerja mengecek kondisi talud Jalan Lingkar Ambarawa yang longsor, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BAHAYA: Seorang pekerja mengecek kondisi talud Jalan Lingkar Ambarawa yang longsor, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

AMBARAWA-Jalan Lingkar Ambarawa (JLA) di ruas Ngampin, tepatnya 500 meter dari SPBU Ngampin menuju Bawen terancam putus. Pasalnya talud jalan nasional penghubung Ambarawa menuju Magelang sepanjang 15 meter dengan tinggi 8 meter longsor karena tergerus air hujan.

Kondisi tersebut membahayakan pengendara yang melintas. Apalagi arus lalulintas di sepanjang ruas JLA tinggi dan dipenuhi kendaraan bermuatan berat. Akibat dari longsor tersebut menyebabkan aspal jalan sedikit melendut ke dalam. Bahkan pengaman tepi jalan juga ikut ambrol.

Kondisi tersebut membahayakan pengguna jalan karena dikhawatirkan lebih ambles lagi, saat kendaraan berat melintas di titik tersebut. Camat Ambarawa, Haris Prasetyo mengatakan bahwa longsor terjadi sekitar dua minggu yang lalu. Longsor terjadi karena hujan yang lebat mengguyur kawasan tersebut. “Awalnya hanya kecil. Lalu kena hujan sehari longsornya besar,” kata Haris, Selasa (26/4) kemarin.

Haris menambahkan, kondisi amblesnya talud cukup parah. Pihaknya khawatir saat kendaraan berat melintas jalan tersebut, akan ambles hingga menyebabkan kendaraan terperosok ke jurang sedalam 8 meter. Perawatan JLA merupakan tanggung jawab dari PT Multikom. Perusahaan tersebut bertugas memperbaiki median jalan apabila terjadi kerusakan seperti halnya yang terjadi saat ini.