SALATIGA – Bangunan gedung baru untuk Kantor Kelurahan Salatiga di wilayah Domas, tampaknya bakal jadi gedung mangkrak yang tak terawat. Sejak selesai dibangun beberapa tahun lalu, bangunan itu tidak ditempati.

Menariknya, akhir 2015 lalu gedung itu selesai direnovasi. Hanya saja, setelah rampung direnovasi, lagi – lagi gedung itu tidak difungsikan dan mangkrak lagi.

Dari pengamatan wartawan, gedung yang awal pembangunannya menelan dana sekitar Rp 900 juta itu mengalami kerusakan lagi di bagian pintu dan jendela. Sejumlah langit-langit juga ada yang rusak. Bahkan kaca jendela belakang juga pecah. Diduga karena ulah tangan jahil.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Salatiga Saiful Fanani sangat menyayangkan gedung baru yang rencananya untuk kantor kelurahan Salatiga kembali mangkrak. “Dulu awal selesai dibangun tidak dipakai sehingga mangkrak dan rusak. Setelah mangkrak, direnovasi kembali dan tidak dipakai lagi. Ini jelas mubazir,” tandas Saiful.

Saiful berharap wali kota bersikap tegas dengan memerintahkan pihak Kelurahan Salatiga untuk menempati gedung baru itu. Karena kantor yang lama sudah tidak layak. Selain sempit, kontruksi bangunannya juga sudah mengkhawatirkan.

Menurut dia, selain membuang – buang anggaran, pembangunan tersebut juga mubazir. Beda kalau ditempati, berarti dimanfaatkan. Bisa juga untuk kantor instansi lain “Yang penting difungsikan,” imbuhnya.

Dijelaskan Saiful, berdasarkan informasi yang yang ia terima, keengganan untuk menempati kantor baru itu karena letaknya terlalu masuk dan dekat pabrik. Namun ia menilai itu tidak bisa dijadikan alasan. Ia mencontohkan kantor Kecamatan Sidorejo dahulu juga letaknya terpencil dan setelah difungsikan, dengan sendiri menjadi ramai. “Dan masyarakat pun bila butuh, kan tetap mendatangi. Sehingga gedung baru itu harus difungsikan,” ujarnya. (sas/ton)