FKDT Desak BOS Madin

244
UJIAN : Sejumlah santri MDTA Miftahusalam Slerok melaksanakan ujian, Selasa (12/4) kemarin. (K ANAM SYAHMADANI/RATEG/JPNN)
UJIAN : Sejumlah santri MDTA Miftahusalam Slerok melaksanakan ujian, Selasa (12/4) kemarin. (K ANAM SYAHMADANI/RATEG/JPNN)
UJIAN : Sejumlah santri MDTA Miftahusalam Slerok melaksanakan ujian, Selasa (12/4) kemarin. (K ANAM SYAHMADANI/RATEG/JPNN)
UJIAN : Sejumlah santri MDTA Miftahusalam Slerok melaksanakan ujian, Selasa (12/4) kemarin. (K ANAM SYAHMADANI/RATEG/JPNN)

TEGAL-Beberapa tahun terakhir penyelenggaraan Madrasah Diniyah (Madin) di Kota Tegal, tidak mendapatkan bantuan operasional. Akibatnya, selain terkendala dalam mengembangkan sarana dan prasarana, akibatnya honor pengajarnya cukup kecil. Karena itu, Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) mendesak adanya Bantuan Operasional Siswa (BOS) Madin.

“Sudah selayaknya Pemkot Tegal memberikan apresiasi berupa bantuan guru dan operasional. Selain itu, perlu menerapkan kembali BOS Madin sejumlah Rp 20 ribu per santri per bulan,” kata Ketua Dewan Pengurus Cabang FKDT Kota Tegal Solichun SAg, Jumat (15/4) kemarin.

Saat ini, kata Solichun, guru Madin dibayar dengan honor bervariatif. Ada yang Rp 70 ribu, ada juga yang sampai Rp 250 ribu per bulan. Pemkot sendiri, memberikan tunjangan untuk dua bulan sebesar Rp 250 ribu, dipotong pajak 15 persen menjadi Rp 235 ribu. “Jika BOS Madin kembali diberikan, Madin bisa menekan penarikan SPP ke masyarakat, bahkan bisa sampai gratis,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal, Rachmat Rahardjo mengemukakan, peran Madin dalam meningkatkan kecerdasan spiritual sebagai unsur kecerdasan holistik tidak bisa diragukan lagi. Karena itu, Pemkot harus memberikan dukungan secara nyata, yakni dengan mewujudkan bantuan untuk mengembangkan sarana dan prasarana serta kesejahteraan gurunya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here