Dwi Nuryadi
Dwi Nuryadi
Dwi Nuryadi
Dwi Nuryadi

DWI Nuryadi mengaku prihatin dengan mulai lunturnya tradisi bermusyawarah untuk mencapai mufakat di kalangan generasi muda. Justru yang terjadi sekarang banyak yang saling berebut kekuasaan. Termasuk di tubuh Karang Taruna. Padahal organisasi kepemudaan ini mestinya dapat membangun persatuan dan kesetiakawanan, dan bukan menjadi ajang perebutan kepentingan bagi segelintir orang.

”Ojo podho regejegan, nek meh ngundhuh ojo podho gaduh (Janganlah bertengkar, kalau mau memetik hasil janganlah gaduh),” kata Ketua Karang Taruna Kecamatan Semarang Tengah yang akrab disapa Mas Menjeng ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Pria yang tinggal di Kauman, Semarang Tengah ini pun menjelaskan arti ungkapan tersebut, bahwa dengan selalu menjaga persatuan, pastilah akan menghasilkan sesuatu yang hebat, bermartabat, serta berguna untuk lingkungannya.

”Perbedaan itu hal yang biasa dalam organisasi, tetapi menyatukan perbedaan itu juga hal penting dalam membentuk karakter organisasi yang hebat,” ujar pria yang sehari-hari menjadi pedagang emas kecil-kecilan di daerah Kranggan ini.

Wakil Ketua III Karang Taruna Kota Semarang ini mengaku, saat ini sedang melaksanakan persiapan penilaian ”Karang Taruna Award” yang diselenggarakan Karang Taruna Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Ia dibantu oleh konsultan administrasi, Eko Purwadi, yang juga pengurus Karang Taruna Kota Semarang.

Dwi Nuryadi berharap, Karang Taruna di Kota Semarang mulai tingkat kelurahan hingga kecamatan dapat bersatu menciptakan ide-ide yang hebat bagi Kota Atlas. (sct/aro/ce1)