DIBIARKAN: Parkir liar di depan Java Supermall Semarang yang sampai memakan badan jalan. (DOK. JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIBIARKAN: Parkir liar di depan Java Supermall Semarang yang sampai memakan badan jalan. (DOK. JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIBIARKAN: Parkir liar di depan Java Supermall Semarang yang sampai memakan badan jalan. (DOK. JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIBIARKAN: Parkir liar di depan Java Supermall Semarang yang sampai memakan badan jalan. (DOK. JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor parkir, Pemkot Semarang dalam waktu dekat akan menerapkan alat parking meter di beberapa titik di Kota Semarang. Melalui alat tersebut, diklaim juga dapat mencegah kebocoran retribusi yang selama ini menjadi masalah di Kota Semarang.

Tercatat PAD Pemkot Semarang dari sektor parkir pada 2015 lalu ditargetkan Rp 3,5 miliar, namun hanya terealisasi Rp 2,8 miliar atau 76 persen. Sedangkan 2016 ini, Pemkot Semarang menaikkan target pendapatan parkir menjadi Rp 3,6 miliar.

Kepala Bidang Parkir Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Semarang, Tri Wibowo, dalam focus discussion group (FGD) yang digelar di Kantor DPRD Kota Semarang, Senin (4/4), menjelaskan, alat parking meter nantinya akan dipasang di sepanjang jalan yang dapat mendeteksi keberadaan kendaraan bermotor seperti di DKI Jakarta. Para pengguna parkir tidak lagi membayar melalui juru parkir melainkan langsung ke bank melalui kartu prabayar. ”Semua orang bisa mengakses itu karena berapa jumlah per hari bisa didata,” katanya dalam kegiatan yang dihadiri anggota DPRD Kota Semarang, kalangan akademisi serta warga peduli Kota Semarang ini.