GALANG DUKUNGAN: Warga membubuhkan tandatangan sebagai wujud dukungan pemindahan ibukota Kabupaten Semarang di Bawen atau Tuntang. (PRISTYONO HARTANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GALANG DUKUNGAN: Warga membubuhkan tandatangan sebagai wujud dukungan pemindahan ibukota Kabupaten Semarang di Bawen atau Tuntang. (PRISTYONO HARTANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GALANG DUKUNGAN: Warga membubuhkan tandatangan sebagai wujud dukungan pemindahan ibukota Kabupaten Semarang di Bawen atau Tuntang. (PRISTYONO HARTANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GALANG DUKUNGAN: Warga membubuhkan tandatangan sebagai wujud dukungan pemindahan ibukota Kabupaten Semarang di Bawen atau Tuntang. (PRISTYONO HARTANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

TUNTANG- Ratusan warga Kecamatan Tuntang dan warga kecamatan lain di wilayah selatan Kabupaten Semarang, pagi kemarin (4/4) menggalang tanda tangan dukungan untuk pemindahan Ibukota Kabupaten Semarang ke Bawen atau Tuntang. Warga membubuhkan tandatangan di atas kain putih yang dibentangkan di Desa Asinan, Kecamatan Tuntang. Dukungan itu dilakukan karena ada upaya pembatalan rencana pemindahan Ibukota Kabupaten Semarang.

Kades Asinan, Lilik Argo Lukito, mengatakan, pemindahan Ibukota Kabupaten Semarang dari Ungaran akan mendorong pergeseran pusat aktivitas dan pertumbuhan perekonomian menjadi merata. Pemindahan ibukota juga mewujudkan rasa adil dan menghilangkan diskriminasi pembangunan antarwilayah di Kabupaten Semarang.

“Bawen atau Tuntang menurut saya adalah pilihan yang paling strategis dengan berbagai kelebihannya secara geografis. Sebab, di dua lokasi itu berada di tengah-tengah wilayah, sehingga masyarakat dari selatan tidak terlalu jauh untuk mencapai ibukota kabupaten. Kami harap rencana pemindahan itu segera diwujudkan,” desaknya, Senin (4/4).