ORASI ILMIAH: Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat orasi ilmiah pada peringatan Dies Natalis ke-51 Universitas Negeri Semarang (Unnes) di Auditorium Kampus Sekaran, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ORASI ILMIAH: Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat orasi ilmiah pada peringatan Dies Natalis ke-51 Universitas Negeri Semarang (Unnes) di Auditorium Kampus Sekaran, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ORASI ILMIAH: Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat orasi ilmiah pada peringatan Dies Natalis ke-51 Universitas Negeri Semarang (Unnes) di Auditorium Kampus Sekaran, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ORASI ILMIAH: Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat orasi ilmiah pada peringatan Dies Natalis ke-51 Universitas Negeri Semarang (Unnes) di Auditorium Kampus Sekaran, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEKARAN – Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengajak seluruh mahasiswa untuk bersikap optimistis melihat kondisi negara saat ini. Ketika bersikap optimistis, maka pikiran positif akan mengikuti.

Menurut SBY, kemajuan sebuah negara bisa diperoleh manakala warga negara memiliki pemikiran yang positif. ”Ini barangkali tidak mudah, tetapi kita akan bisa meraihnya,” kata SBY dalam orasi ilmiahnya pada peringatan Dies Natalis ke-51 Universitas Negeri Semarang (Unnes) di Auditorium Kampus Sekaran, Rabu (30/3).

SBY mengategorikan dua kelompok orang, yakni mereka yang berpikir positif dan orang yang berpikiran negatif. Menurutnya, orang tipe pertama adalah yang lebih siap meraih kesuksesan. ”Hal tersebut sudah dicontohkan oleh para pejuang yang sukses merebut kemerdekaan dari tangan penjajah,” tutur SBY yang kemarin hadir didampingi sang istri, Ny Ani Yudhoyono.