SIAP DITEMPATI: Tempat relokasi sementara pedagang Pasar Johar di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), sudah siap ditempati. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIAP DITEMPATI: Tempat relokasi sementara pedagang Pasar Johar di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), sudah siap ditempati. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIAP DITEMPATI: Tempat relokasi sementara pedagang Pasar Johar di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), sudah siap ditempati. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIAP DITEMPATI: Tempat relokasi sementara pedagang Pasar Johar di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), sudah siap ditempati. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Untuk mempercepat proses perpindahan pedagang Pasar Johar ke tempat relokasi sementara di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengklaim telah menyiapkan sejumlah armada khusus. Armada tersebut nantinya digunakan untuk membantu para pedagang yang membutuhkan bantuan.

”Prinsipnya, kami ingin menggerakkan pedagang agar bisa pindah dengan ikhlas dan mandiri. Kami juga punya tenggang waktu sampai 30 Maret mendatang,” ujar Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi usai mengikuti rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Semarang, Senin (28/3) kemarin.

Pria yang akrab disapa Hendi itu menuturkan, proses relokasi pedagang Pasar Johar masih on schedule (terjadwal). Beberapa waktu lalu, sejumlah pedagang Pasar Johar Selatan telah mulai masuk ke kawasan MAJT. Saat ini, sejumlah pedagang lain masih mempersiapkan proses perpindahan. ”Jika sampai 31 Maret masih ada yang bandel, mohon maaf jika semua arus listrik akan kami cabut,” imbuhnya seraya berharap hal tersebut tidak terjadi.