SALATIGA – Jelang penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) 1 April mendatang, Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Kota Salatiga memastikan tidak akan ada kelangkaan. Semua SPBU, termasuk yang dikelola perusda Pemkot ini tetap memesan BBM sebagaimana di hari biasa dan tidak kurangi pemesanan.

Hal itu ditegaskan Direktur PDAU Kota Salatiga Murwanto Yusuf, saat ditemui wartawan, kemarin siang. “Kami tetap memesan BBM sesuai dengan alokasi SPBU kami (SPBU Tingkir, red). Sehingga bisa dipastikan tidak akan ada kelangkaan menjelang penurunan,” jelas Murwanto.

Dijelaskan dia, SPBU yang dikelola PDAU saat ini rata–rata menghabiskan 8.000 liter premium per hari dan 5.000 liter biosolar. Bahkan dalam waktu dekat ini, pihaknya akan menambah tangki untuk jenis pertalite. Hal itu merupakan kewajiban bagi SPBU yang memiliki dua tangki pendam untuk premium.

PDAU saat ini memiliki 31 karyawan dan memiliki tiga jenis usaha yakni SPBU, cuci mobil dan penjualan alat tulis kantor (ATK). Untuk usaha cuci mobil dilakukan empat tenaga dan rata rata per hari mencuci 10–15 mobil dan kisaran 5 unit sepeda motor. “Untuk fokus ke depan memang ATK yang berada di jalan Hasanudin. Kini perlahan memang membaik seiring dengan imbauan wali kota agar SKP membeli kebutuhan kertas ke PDAU,” jelas dia

Tahun ini PDAU berhasil membukukan jumlah laba hingga Rp 80 juta dan Rp 46 juta diantaranya disetor ke PAD. Jumlah tersebut sudah lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya yakni Rp 38 juta. “Terlebih ada support modal dari Pemkot,” imbuh dia. (sas/ton)