PEDULI LINGKUNGAN: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memungut sampah yang tercecer di jalan. Hendi, sapaan akrabnya, meminta Satpol PP menjalankan Perda Pengolahan Sampah dan menindak tegas bagi pelanggarnya. (Humas for Jawa Pos Radar Semarang)
PEDULI LINGKUNGAN: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memungut sampah yang tercecer di jalan. Hendi, sapaan akrabnya, meminta Satpol PP menjalankan Perda Pengolahan Sampah dan menindak tegas bagi pelanggarnya. (Humas for Jawa Pos Radar Semarang)
PEDULI LINGKUNGAN: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memungut sampah yang tercecer di jalan. Hendi, sapaan akrabnya, meminta Satpol PP menjalankan Perda Pengolahan Sampah dan menindak tegas bagi pelanggarnya. (Humas for Jawa Pos Radar Semarang)
PEDULI LINGKUNGAN: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memungut sampah yang tercecer di jalan. Hendi, sapaan akrabnya, meminta Satpol PP menjalankan Perda Pengolahan Sampah dan menindak tegas bagi pelanggarnya. (Humas for Jawa Pos Radar Semarang)

Kebersihan lingkungan menjadi perhatian serius Pemkot Semarang. Oleh karena itu masyarakat diminta untuk bisa menjaga kebersihan lingkungan, mulai dari hal yang terkecil, dengan tidak membuang sampah sembarangan. Melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah, pemkot akan menindak tegas bagi pelanggarnya.

Sanksi tersebut diatur dalam Perda Nomor 6 Tahun 2012 pasal 71. Dalam pasal tersebut menyebutkan bagi pelanggarnya akan diancam dengan pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 50.000.000.

Penerapan sanksi mengacu pada pasal 52 mengenai larangan. Seperti memasukkan sampah ke dalam wilayah Kota Semarang, mengimpor sampah, mencampur sampah dengan limbah berbahaya dan beracun, mengelola sampah yang menyebabkan pencemaran atau perusakan lingkungan. Selain itu juga membuang sampah tidak pada tempat yang telah ditentukan dan disediakan, melakukan penanganan sampah dengan pembuangan terbuka dan membakar sampah yang tidak sesuai dengan teknis pengelolaan sampah.