PAMERAN BUKU : Wabup Harwanto didampingi Sekda dr Singgih Setyono MMR dan Kepala Perpustakaan dan Arsip H Jauhar Arifin (paling kiri) serta muspida memukul gong pertanda dimulainya pameran buku murah, kemarin. WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG()
PAMERAN BUKU : Wabup Harwanto didampingi Sekda dr Singgih Setyono MMR dan Kepala Perpustakaan dan Arsip H Jauhar Arifin (paling kiri) serta muspida memukul gong pertanda dimulainya pameran buku murah, kemarin. WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG()

DEMAK-Pameran buku murah dan jambore perpustakaan desa dan sekolah yang berlangsung di Alun-Alun Kota Demak, kemarin sore, resmi dibuka Wabup Harwanto. Pameran dalam rangka HUT Kabupaten Demak ke-513 yang diikuti 45 stan ini dilaksanakan selama 7 hari, yakni mulai 22 Maret hingga 28 Maret mendatang.

Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip (KPA) Pemkab Demak, H Jauhar Arifin mengatakan, pameran buku dinilai sangat penting untuk meningkatkan minat baca masyarakat. “Sebab, buku oleh sebagian masyarakat dianggap masih sangat mahal dan menjadi kendala dalam meningkatkan budaya membaca. Dengan demikian, pameran buku murah ini menjadi salah satu solusi dalam mengembangkan tradisi membaca,” katanya dalam sambutan pembukaan pameran buku, kemarin.

Dalam pameran ini, peserta pameran terdiri atas penerbit, distributor, toko buku, editor, aksesoris, herbal dan stan lainnya. Pameran ini juga dimeriahkan lomba mewarnai, lomba Pildacil, lomba tahfidz, hadroh dan lainnya. Bahkan, dalam jambore perpustakaan, juga dikirim para pustakawan untuk rafting di Kali Elo, Magelang.

Wabup Harwanto mengungkapkan, minat baca masyarakat secara umum masih rendah. Berdasarkan penelitian UNESCO, indeks minat baca di Indonesia baru 0,00. Artinya, hanya ada 1 orang dari 1.000 penduduk yang suka baca. Dalam penelitian itu juga disebutkan, 18 persen suka baca, 2 persen suka ngobrol dan 80 persen suka nonton televisi. “Karenanya, perpustakaan harus punya terobosan bagaimana minat baca masyarakat meningkat terus,” katanya.

Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jateng, SP Andriani menuturkan, peran perpustakaan dalam meningkatkan minat baca warga sangat penting. “Kami di Jateng telah membentuk forum komunikasi perpustakaan dan arsip. Ini hanya ada di Jateng,” katanya.

Menurutnya, keinginan masyarakat memiliki buku memang terkendala harga mahal. Disitulah, peran perpustakaan dapat dimaksimalkan untuk menyediakan bahan bacaan yang murah meriah bagi masyarakat. (hib/bis/ida)