DILEWATI TOL: Patok rencana jalan tol Semarang Batang yang berada di Perumahan Wahyu Asri, Ngaliyan. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DILEWATI TOL: Patok rencana jalan tol Semarang Batang yang berada di Perumahan Wahyu Asri, Ngaliyan. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DILEWATI TOL: Patok rencana jalan tol Semarang Batang yang berada di Perumahan Wahyu Asri, Ngaliyan. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DILEWATI TOL: Patok rencana jalan tol Semarang Batang yang berada di Perumahan Wahyu Asri, Ngaliyan. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Jalur tol Semarang-Batang akan melewati wilayah Kota Semarang dengan panjang kurang lebih 11 km, meliputi dua kecamatan, yakni Semarang Barat dan Ngaliyan. Wilayah Semarang Barat di Kelurahan Kembangarum, sementara Kecamatan Ngaliyan meliputi Kelurahan Ngaliyan, Tambakaji, Purwoyoso, Bambankerep, Beringin, Podorejo, Wonosari dan Gondoriyo. Hingga kini pembebasan lahan masih belum tuntas. Masih ada warga yang menolak ganti rugi.

KETUA RT 5 RW 4 Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Agus Suwandono mengakui pembebasan lahan pembangunan jalur tol Semarang-Batang belum tuntas hingga sekarang khususnya di wilayahnya. ”Terus terang, adanya rencana pembangunan tol itu, warga kami kecewa, karena nantinya dari sisi ekonomi maupun hubungan kekeluargaan antarwarga bakal buyar. Karena yang lahannya terkena tol, pasti akan pindah ke tempat lain,” kata Agus saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di rumahnya, Sabtu (19/3).

Agus menyebutkan, di Kelurahan Purwoyoso yang bakal terkena pembangunan jalan tol meliputi wilayah 5 RW, yakni RW 4, RW 13, RW 14, RW 8, dan RW 7 atau di daerah Sriyatno, Borobudur, Srikaton, Plampisan, Honggowongso, dan Candi Sukuh. ”Totalnya ada sekitar 784 KK (Kepala Keluarga), namun yang komplain terakhir ada 400-an KK. Kalau warga saya sendiri yang menolak sekitar 50 KK,” sebut Agus.