BELAJAR : Menteri PUPR saat menandatangani prasasti pembangunan rusun santri, kemarin. (Eko Wahyu Budiyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
BELAJAR : Menteri PUPR saat menandatangani prasasti pembangunan rusun santri, kemarin. (Eko Wahyu Budiyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
BELAJAR : Menteri PUPR saat menandatangani prasasti pembangunan rusun santri, kemarin. (Eko Wahyu Budiyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
BELAJAR : Menteri PUPR saat menandatangani prasasti pembangunan rusun santri, kemarin. (Eko Wahyu Budiyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

UNGARAN-Pembangunan rumah susun (Rusun) Pondok Pesantren Darul Ulum Desa Reksosari Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang, dianggarkan pemerintah pusat sebesar Rp 490 miliar. Anggaran tersebut merupakan bagian dari implementasi program 2015 hingga 2019.

Hal itu dikatakan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimulyono usai meresmikan rusun santri tersebut, Jumat (12/3) kemarin. Dari total dana Rp 7 triliun yang dianggarkan Pemerintah Pusat untuk penyediaan rumah murah bagi warga, sekitar tujuh persen dialokasikan untuk membangun rusun santri.

“Tidak hanya rusun santri di Ponpes Darul Ulum, hal itu juga berlaku untuk semua rusun santri yang ada di tanah air melalui program penyediaan rumah murah,” katanya.

Peresmian rusun tiga lantai di Ponpes Darul Ulum ini ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Menteri Basuki Hadimulyono. Ikut menyaksikan, Anggota DPD RI, Ahmad Muqowam; Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Syarif Burhanudin; staf ahli Bupati Semarang Bidang Pemerintahan, Jati Trimulyanto; Pimpinan Ponpes Darul Ulum dan ratusan santri putri Ponpes Darul Ulum Reksosari.