25.3 C
Semarang
Jumat, 13 Desember 2019

Ajak Peduli Ibu Hamil

Must Read

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

ROAD SHOW: Wali Kota memimpin upacara bendera dengan jajaran Kecamatan Banyumanik dan Bapermasper, kemarin. (ist)
ROAD SHOW: Wali Kota memimpin upacara bendera dengan jajaran Kecamatan Banyumanik dan Bapermasper, kemarin. (ist)

SEMARANG – Angka kematian ibu dan anak di Kota Semarang masih tinggi. Sebagai langkah menekan kasus tersebut, Wali Kota Hendrar Prihadi mengimbau untuk peka dan peduli terhadap ibu hamil.

”Jangan sungkan-sungkan menanyakan ibu yang sedang hamil ke dokter kandungan, agar ibu yang sedang hamil tidak terlambat melakukan kontrol pemeriksaan bayi dan dirinya, serta bila ada penyakit yang dialami di ibu hamil dapat terdeteksi lebih awal,” kata wali kota di sela upacara bendera di jajaran pemerintah Kecamatan Banyumanik dan Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan (Bapermasper) Kota Semarang, Senin (7/3).

Dalam kesempatan tersebut Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, mengingatkan dua hal yang perlu diperhatikan, yang pertama adalah tentang penyakit demam berdarah. Wali kota mengingatkan bahwa Kota Semarang merupakan kota dengan peringkat nomor 3 penderita demam berdarah tertinggi. Untuk itu hal ini adalah pekerjaan rumah untuk ”mengeroyok” permasalahan demam berdarah tersebut.

Selain itu, Hendi menambahkan pentingnya kreatif dalam pelayanan masyarakat oleh PNS Kecamatan Banyumanik dan Bapermasper Kota Semarang agar dalam pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik, optimal dan maksimal. ”Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini. Masa lalu dapat dijadikan evaluasi dan dapat pembanding agar dapat menetapkan tolok ukur untuk pelayanan masyarakat,” tandasnya. (zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Rombak Kurikulum

Reformasi besar-besaran. Di bidang kurikulum pendidikan. Itulah instruksi Presiden Joko Widodo. Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Kemarin. Kata 'reformasi' saja sudah sangat ekstrem. Apalagi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -