ROAD SHOW: Wali Kota memimpin upacara bendera dengan jajaran Kecamatan Banyumanik dan Bapermasper, kemarin. (ist)
ROAD SHOW: Wali Kota memimpin upacara bendera dengan jajaran Kecamatan Banyumanik dan Bapermasper, kemarin. (ist)
ROAD SHOW: Wali Kota memimpin upacara bendera dengan jajaran Kecamatan Banyumanik dan Bapermasper, kemarin. (ist)
ROAD SHOW: Wali Kota memimpin upacara bendera dengan jajaran Kecamatan Banyumanik dan Bapermasper, kemarin. (ist)

SEMARANG – Angka kematian ibu dan anak di Kota Semarang masih tinggi. Sebagai langkah menekan kasus tersebut, Wali Kota Hendrar Prihadi mengimbau untuk peka dan peduli terhadap ibu hamil.

”Jangan sungkan-sungkan menanyakan ibu yang sedang hamil ke dokter kandungan, agar ibu yang sedang hamil tidak terlambat melakukan kontrol pemeriksaan bayi dan dirinya, serta bila ada penyakit yang dialami di ibu hamil dapat terdeteksi lebih awal,” kata wali kota di sela upacara bendera di jajaran pemerintah Kecamatan Banyumanik dan Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan (Bapermasper) Kota Semarang, Senin (7/3).

Dalam kesempatan tersebut Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, mengingatkan dua hal yang perlu diperhatikan, yang pertama adalah tentang penyakit demam berdarah. Wali kota mengingatkan bahwa Kota Semarang merupakan kota dengan peringkat nomor 3 penderita demam berdarah tertinggi. Untuk itu hal ini adalah pekerjaan rumah untuk ”mengeroyok” permasalahan demam berdarah tersebut.

Selain itu, Hendi menambahkan pentingnya kreatif dalam pelayanan masyarakat oleh PNS Kecamatan Banyumanik dan Bapermasper Kota Semarang agar dalam pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik, optimal dan maksimal. ”Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini. Masa lalu dapat dijadikan evaluasi dan dapat pembanding agar dapat menetapkan tolok ukur untuk pelayanan masyarakat,” tandasnya. (zal/ce1)