BAGIKAN ANGPAO: Ratusan orang merayakan Cap Go Meh di Kelenteng Hok Hoo Bio Wonosobo mengepung Jay Shen Sosok, sang Dewa Rezeki, yang tengah membagi angpao. (SUMALI IBNU CHAMID/ JAWA POS RADAR KEDU)
BAGIKAN ANGPAO: Ratusan orang merayakan Cap Go Meh di Kelenteng Hok Hoo Bio Wonosobo mengepung Jay Shen Sosok, sang Dewa Rezeki, yang tengah membagi angpao. (SUMALI IBNU CHAMID/ JAWA POS RADAR KEDU)
BAGIKAN ANGPAO: Ratusan orang merayakan Cap Go Meh di Kelenteng Hok Hoo Bio Wonosobo mengepung Jay Shen Sosok, sang Dewa Rezeki, yang tengah membagi angpao. (SUMALI IBNU CHAMID/ JAWA POS RADAR KEDU)
BAGIKAN ANGPAO: Ratusan orang merayakan Cap Go Meh di Kelenteng Hok Hoo Bio Wonosobo mengepung Jay Shen Sosok, sang Dewa Rezeki, yang tengah membagi angpao. (SUMALI IBNU CHAMID/ JAWA POS RADAR KEDU)

Perayaan Cap Go Meh di Kelenteng Hok Hoo Bio Wonosobo pada Senin (22/2) malam, berlangsung meriah. Ratusan orang—mayoritas warga keturunan Tionghoa—memadati arena kelenteng. Seperti apa?

SUMALI IBNU CHAMID

KEMERIAHAN terjadi ketika Dewa Jay Shen alias Dewa Rezeki turun dari langit ke bumi, membagi rezeki berupa angpao. Perayaan Cap Go Meh berlangsung mulai pukul 18.00. Kegiatan diawali dengan sembahyang umat Tri Dharma. Umat berderet khusyuk, memanjatkan doa, di depan di depan altar. Selesai melakukan ritual, sekitar pukul 19.00, ratusan orang bergeser ke aula bagian belakang. Di lokasi itu, sudah tertata panggung nan megah. Beberapa ornamen memunculkan simbol kera untuk menandai bahwa tahun ini merupakan tahun kera.

Berbagai atraksi dan pementasan dilakukan. Mulai paduan suara para manula, hingga pemberian bingkisan kepada para manula. Pemberian bingkisan dilakukan oleh anak-anak sebagai ungkapan rasa cinta kasih.