GALUNGAN : Sejumlah umat Hindu Kabupaten Semarang menggelar ritual Galungan di Candi Ngempon, Bergas. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GALUNGAN : Sejumlah umat Hindu Kabupaten Semarang menggelar ritual Galungan di Candi Ngempon, Bergas. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GALUNGAN : Sejumlah umat Hindu Kabupaten Semarang menggelar ritual Galungan di Candi Ngempon, Bergas. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GALUNGAN : Sejumlah umat Hindu Kabupaten Semarang menggelar ritual Galungan di Candi Ngempon, Bergas. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BERGAS-Aroma dupa semerbak melingkupi areal Candi Ngempon yang berada di Kelurahan Ngempon Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Sejumlah umat Hindu menggunakan pakaian khas Jawa, berkerumun melakukan persembahan di candi yang berumur ratusan tahun tersebut.

Ritual upacara Galungan yang digelar Rabu pagi (10/2) kemarin, juga dilengkapi sesaji seperti bunga, nasi tumpeng, ayam ingkung, segelas kopi hingga air kembang. Sesajian itu sebagai wujud persembahan menyambut turunnya para dewa.

Acara tersebut diawali dengan ritual kulonuwun yang dilakukan oleh pemangku atau pemimpin upacara Galungan, Dwiyanto, 42, warga Asinan, Tuntang, Kabupaten Semarang. Sejumlah sesaji diletakkan di tempat wingit di sekitar Candi Ngempon. Seperti di atas batu jaladwara, di pinggir tumpukan batu petirtaan dan di batu lumpang. Ritual kulonuwun dilakukan untuk menghindari gangguan makhluk halus. Selanjutnya ritual dilakukan dengan menggelar doa kepada Sang Hyang Widhi.