MAHIRKAN BAHASA : Bersama seluruh karyawan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris selalu rutin mendatangkan native speacker di ruang kerja. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MAHIRKAN BAHASA : Bersama seluruh karyawan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris selalu rutin mendatangkan native speacker di ruang kerja. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MAHIRKAN BAHASA : Bersama seluruh karyawan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris selalu rutin mendatangkan native speacker di ruang kerja. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MAHIRKAN BAHASA : Bersama seluruh karyawan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris selalu rutin mendatangkan native speacker di ruang kerja. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DARI sisi jumlah penduduk, Indonesia menjadi pasar potensial bagi beragam produk dari berbagai negara. Namun kalau masyarakat Indonesia tidak meningkatkan kemampuan maupun ketrampilannya, bisa tergilas oleh bangsa lain, terutama dalam perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Apalagi bisnis barang jasa sudah bebas di negara ASEAN.

“Kalau kita memiliki ketrampilan yang mumpuni, tak perlu risau dalam menjalankan MEA. Namun keterbatasan yang harus dikejar adalah meningkatkan kemampuan berbahasa asing,” kata Djony.

Sedangkan terkait industri selular dalam negeri menghadapi MEA, Telkomsel siap berkompetisi secara fair dengan operator lain. Apalagi Telkomsel sudah menunjukkan taringnya di tingkat dunia sebagai perusahaan selular Indonesia yang cukup mumpuni.

“Teknologi boleh sama. Namun seberapa besar kemampuan memperbaharui teknologi baik dari layanan kualitas maupun skill internal sumber daya manusia (SDM)-nya. Dan SDM Telkomsel memiliki skill luar biasa. Kami siap berkompetisi,” katanya.