(DOKUMEN PRIBADI)
(DOKUMEN PRIBADI)
(DOKUMEN PRIBADI)
(DOKUMEN PRIBADI)

YULYA Prih Tanti boleh dibilang mahasiswi kreatif. Di sela kuliah di jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM), gadis kelahiran 1994 ini juga menjadi seorang wirausahawati. Sejak 2013, ia memiliki usaha percetakan yang mempekerjakan 3 orang pegawai.

Dia mengaku menguasai ilmu desain setelah 2 tahun bekerja di percetakan digital printing. ”Awalnya ngelihatin pegawai digital printing ngedesain, lalu saya minta diajarin. Lama-lama akhirnya bisa. Setelah punya modal dari tabungan, saya buka usaha sendiri bersama pacar saya, Antonius Chandra Ginata,” kata Lea–sapaan akrabnya— kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Saat itu, ia hanya menerima desain poster, katalog, dan brosur dari pelanggan. Hasilnya, dia kumpulkan untuk membeli peralatan sablon dan komputer. Pada pertengahan 2014, ia kali pertama mendapat order membuat kaus yang diproduksi sendiri. ”Saat itu, saya dibantu pacar rela jadi tukang sablon sendiri. Karena waktu itu belum ada karyawan. Jadi, semuanya dikerjakan berdua,” kenang penyuka warna hitam ini sambil tersenyum.