”Beberapa waktu lalu memang saya dipanggil Cabjari (Cabang Kejaksaan Negeri). Namun setelah diklarifikasi tidak ada temuan.”

Hartini, Kepala UPTD Pendidikan Semarang Utara

SEMARANG – Dugaan penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tingkat SD kembali muncul di Kota Semarang. Rumor terjadinya kasus penyelewengan dana BOS itu diduga terjadi di sejumlah SD di wilayah Semarang Utara. Kasus tersebut sempat diusut oleh penyidik Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Pelabuhan Tanjung Emas. Bahkan, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Kecamatan Semarang Utara, Hartini, sempat dipanggil untuk dimintai keterangan. Selain itu, sejumlah Kepala SD di wilayah UPTD setempat kabarnya juga diperiksa.

Saat dikonfirmasi, Hartini, menyatakan bahwa rumor tersebut memang sempat muncul di wilayahnya. Akan tetapi, saat ini sudah selesai karena tidak ada temuan sebagaimana dilaporkan. ”Beberapa waktu lalu memang saya dipanggil Cabjari (Cabang Kejaksaan Negeri). Namun setelah diklarifikasi tidak ada temuan,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (5/2).

Ia menceritakan, sebelumnya memang pernah didatangi sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang meminta menjualkan barang ke sekolah-sekolah di wilayahnya. Namun tawaran tersebut ditolak dengan alasan tidak sesuai aturan dan ketentuan yang ada. ”Tiba-tiba menyebar isu bahwa terjadi pungutan dan BOS,” katanya.

Hal itu diadukan oleh oknum LSM tersebut ke Cabjari Tanjung Emas. Sehingga pihaknya sempat dilakukan pemanggilan. Hartini menduga, hal tersebut dilakukan oleh oknum yang sengaja menyudutkan dirinya. Namun, ia mengaku sudah melupakannya karena memang yang dituduhkan tidak terbukti. ”Semuanya sudah klir,” tandasnya mengaku hanya dirinya yang dimintai klarifikasi.

Kepala SD Negeri Kemijen 01 Semarang, Puji Astuti, mengaku tidak mengetahui tentang adanya sejumlah kasek yang dipanggil Cabjari. Ia bahkan menyatakan baru mendengarnya saat ditanya Jawa Pos Radar Semarang. ”Tidak ada guru-guru maupun kasek yang dipanggil Cabjari, apalagi terkait penyaluran BOS,” tandasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin, saat dikonfirmasi terkait hal tersebut belum memberikan tanggapan. Nomor ponselnya saat dihubungi tidak ada respons meskipun terdengar bunyi aktif. Sementara pesan singkat (SMS) yang dikirimkan juga belum mendapat jawaban hingga berita ini ditulis.